FIMELA FEST 2019: 5 Selebriti Dunia yang Gencar Suarakan Kesetaraan Hak Perempuan

fitriandiani17 Sep 2019, 13:30 WIB
Emma Watson

Fimela.com, Jakarta Perempuan telah hidup sebagai 'obyek' sekian lama. Sekian lama pula, perjuangan mendapatkan hak perempuan telah dilakukan. Meski masih banyak yang harus dilakukan, namun perkembangannya dari masa ke masa patut diapresiasi.

Beberapa memulai dari dirinya sendiri, beberapa lainnya menggerakkan massa untuk mendobrak perubahan. Ada pula, perempuan-perempuan yang menggunakan power yang dimilikinya untuk menyuarakan kesetaraan hak lebih luas lagi.

Setiap elemen punya tokohnya sendiri, dan inilah para selebriti dunia, yang di tengah tekanan industrinya, tak gentar memperjuangkan kesetaraan hak untuk perempuan.

1. Emma Watson, tidak takut menyuarakan kesetaraan meski itu menentang 'kaum'-ya

Pernah didaulat menjadi duta untuk UN Women Goodwill Ambassador in 2014, ia memimpin kampanye #HeForShe yang menantang lelaki untuk menunjukkan solidaritasnya dalam 'perang' melawan seksisme. Dia juga tak takut memanfaatkan setiap kesempatan yang dimiliki saat tampil di acara tv atau media sosial, untuk mengonfrontasi bias dan keistimewaannya sendiri, seperti yang ia lakukan di Januari 2018 melalui surat berjudul 'White Feminism".

 

2. Beyonce, tidak takut mendobrak patriarki dari sisi kemapanan secara finansial

[Fimela] Beyonce
Beyonce. (FOTO: SPLASH)

Feminisme telah menjadi prinsip yang dijunjung tinggi Beyonce dalam menjalani hidup dan kariernya. Salah sat quotes-nya yang terkenal adalah, "Saya benar-benar percaya bahwa perempuan harus mandiri secara finansial dari laki-laki (pasangan) mereka. Dan mari kita hadapi itu, uang memberi laki-laki kekuatan untuk menjalankan pertunjukan. Itu memberi laki-laki kekuatan untuk mendefinisikan nilai. Mereka mendefinisikan apa yang seksi. Dan laki-laki menentukan apa yang feminin. Ini konyol," sebagaimana dikutip Fimela dari BuzzFeed.

3. Jennifer Lawrence, tidak takut berjalan melawan standar industri yang salah

Jennifer Lawrence adalah salah satu selebriti yang lantang menyuarakan payment gap antara aktris laki-laki dan perempuan di industri film Hollywood. Ia juga pernah menyatakan, "Aku tidak akan membuat diriku kelaparan demi sebuah peran. Aku tidak ingin para gadis kecil bilang, 'Oh, aku ingin terlihat seperti Katniss, jadi aku akan melewatkan makan malam'. Itu sesuatu yang benar-benar aku sadari selama pelatihan. Aku berusaha membuat tubuhku terlihat bugar dan kuat, bukan kurus seperti kurang makan," kata Jennifer Lawrence mengenai perannya sebagai Katniss, dan bagaimana ia berusaha menanamkan 'nilai' tentang tokohnya di hadapan publik.

4. Meghan Markle, tidak takut memperjuangkan suara perempuan agar lebih didengar

Meghan Markle
Meghan Markle saat peluncuran busana amal untuk wanita yang menganggur agar mendapat pekerjaan di London (Dok.Instagram/@smartworkscharity/https://www.instagram.com/p/B2UX-12HMW6/Komarudin)

Meghan Markle semakin memiliki peluang untuk memperjuangkan kesetaraan hak khususnya di kalangan perempuan, sejak ia menjadi anggota keluarga Kerajaan Inggris. Namun sesungguhnya jauh sebelum itu pun ia sudah bergerak. Ia pernah terlibat dalam Advokasi Perempuan PBB untuk Partisipasi dan Kepemimpinan Politik Perempuan. Sekarang, sebagai The Duchess of Sussex, women empowerment adala tugas sehari-harinya.

Baru-baru ini ia meluncurkan koleksi kapsul Smart Works, bekerja sama dengan beberapa desainer untuk membantu perempuan kembali memasuki dunia kerja. "Perempuan tidak perlu menemukan suara mereka," katanya pada pertunangan kerajaan musim panas lalu. "Mereka perlu merasa diberdayakan untuk menggunakannya dan orang-orang perlu didorong untuk mendengarkan," katanya, dikutip dari Brit.co.

5. Angelina Jolie, tidak takut memperjuangkan hak perempuan dan menanamkan dukungan terhadap satu sama lain

Di samping perannya sebagai selebriti, Angeline Jolie juga bekerja keras mengadvokasi para perempuan secara gobal, dalam memperjuangkan haknya. "Kesetaraan bukan tentang kita semua sama," katanya kepada French Vogue pada 2018. "Ini tentang kebebasan untuk membuat pilihan kita sendiri dan menjalani hidup kita sendiri sepenuhnya, bukan dengan mengorbankan laki-laki, tetapi bersama laki-laki. Bukan tentang menjatuhkan satu sama lain tetapi membangun satu sama lain," katanya tentang kesetaraaan hak perempuan, dikutip dari Brit.co.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓