Bantu Ringankan Penderitaan Korban Kebakaran Hutan Lahan Terbuka (Karhutla) Kalimantan dan Sumatera

Nabila Mecadinisa19 Sep 2019, 11:00 WIB
Padamkan Karhutla

ringkasan

  • Donasi yang bisa diberikan untuk korban kabut asap dan kebakaran hutan lahan terbuka di Kalimantan dan Sumatera
  • Tabung oksigen, masker, obat tetes mata, dan deretan kebutuhan lainnya yang diperlukan untuk membantu para korban kabut asap dan kebakaran lahan hutan terbuka di Kalimantan dan Sumatera
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Indonesia sedang berduka. Pasalnya, kabut asap dan kebakaran hutan lahan (Karhutla) kembali terjadi di sejumlah titik wilayah di Indonesia. Walau sebenarnya hal ini sudah menjadi 'langganan' setiap tahunnya. Namun, hal ini tak boleh kita diamkan saja.

Berdasar data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sampai Rabu (18/9/2019) Ada 2.719 titik panas kebakaran hutan dan lahan di seluruh Indonesia pagi ini. Jumlah titik panas ini terungkap berdasar data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 09.00 WIB. Titik tersebut tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Bali.

Seperti yang dikutip dari Liputan6.com, "Total seluruh Indonesia 328.724 hektare lahan terbakar selama Januari hingga Agustus. Sementara, hingga pagi ini, ada 2.719 titik panas," ujar Plh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo, dalam siaran tertulisnya.

Karhutla di Kalimantan dan Sumatera

Padamkan Karhutla
Seorang petugas pemadam kebakaran berupaya melakukan pemadaman di tengah pekatnya asap kebakaran di Kampar, provinsi Riau pada 17 September 2019. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi membuat sejumlah wilayah di Provinsi Riau terpapar kabut asap. (ADEK BERRY / AFP)

Banyaknya titik panas tersebut tentu membuat kualitas udara di Riau masuk dalam kategori berbahaya. Di Sumatera Selatan sendiri kualitas udaranya masuk ke dalam kategori tidak sehat. Di Kalimantan, titik api tersebar di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Kualitas udara di Kalimantan Barat dan Tengah mencapai level berbahaya dengan jumlah titik api 346 serta 281 buah. Kejadian ini sangatlah membuat pilu. Pasalnya, lahan hutan yang terbakar bukanlah akibat faktor alam. Namun hal ini sengaja dibuat oleh manusia. Bahkan hingga kini, pihak berwajib telah menetapkan sejumlah tersangka yang dinilai bertanggung jawab pada kejadian ini.

Kejadian luar biasa ini juga menjadi fokus pemerintah. Ragam upaya hingga saat ini masih dilakukan untuk memadamkan api yang terus membakar lahan-lahan tersebut. Walau bagaimanapun, efek dari kebakaran ini sudah semakin mengkhawatirkan. Ekosistem alam flora dan fauna yang hidup di hutan hujan Kalimantan dan Sumatera rusak. Sejumlah fauna bahkan ditemukan tewas akibat tak sempat menyelamatkan diri.

Tak hanya itu saja, kesehtan penduduk sekitar juga semakin terancam kondisinya. Salah satu masalah kesehatan yang mengancam jiwa mereka adalah Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA) hal ini terjadi akibat partikel debu dan asap yang mampu menginfeksi paru-paru. Tak hanya itu, gizi mereka juga semakin menurun. Hal ini dikarenakan banyak warga yang tak bisa ke luar rumah untuk membeli bahan makanan. Sehingga mereka hanya mengandalkan makanan instan untuk dikonsumsi.

Keprihatinan ini sangatlah menyita perhatian. Walau lokasi kita jauh dari area bencana, namun banyak hal yang bisa kita lakukan untuk meringankan penderitaan mereka. Yuk, kita cek sejumlah aksi nyata yang bisa kita lakukan.

Bentuk donasi yang dibutuhkan

anpa Masker, Jokowi Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan di Pekanbaru
Presiden Joko Widodo atau Jokowi memeriksa kerusakan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru, Riau, Selasa (17/9/2019). Tanpa mengenakan masker, Jokowi turun langsung ke lahan gambut yang sudah habis terbakar. (Handout/Indonesian Presidential Palace/AFP)

1. Mengirimkan donasi masker

Masker yang diperlukan bukanlah masker biasa. Namun yang dibutuhkan adalah jenis masker respirator atau yang biasa disebut dengan masker N95. Masker ini dalah jenis masker polusi yang mampu menyaring polutan dan partikel halus hingga 95 persen.

2. Tabung oksigen

Ini juga sangat penting dan dibutuhkan. Mengingat kualitas udara bersih sangatlah minim. Maka, ada baiknya untuk sesekali menghirup oksigen bersih dari tabung yang dimiliki. Bagi kalian yang ingin mendonasikan, maka tabung oksigen jenis apapun akan sangat diperlukan.

3. Obat tetes mata

Asap dan kebakaran tersebut tentu membuat mata menjadi perih. Oleh sebab itu, penggunaan obat tetes mata yang dapat membantu membersihkan dan menghidrasi area mata juga menjadi donasi yang akan sangat membantu.

4. Bahan pangan

Ketersediaan pangan juga sangat terbatas. Aktivitas masyarakat yang sangat terganggu membuat persediaan pangan semakin menurun. Mengirimkan bantuan pangan seperti beras, makanan instan, dan bahan pokok lainnya akan jadi wujud nyata yang dapat sangat membantu para korban dan relawan di area bencana.

5. Obat-obatan

Vitamin dan obat-obatan juga menjadi salah satu bentuk donasi yang bisa kamu berikan bagi para penderita Kahutla di Kalimantan dan Sumatera. Obat-obatan dasar serta vitamin pastinya akan jadi hal yang sangat berharga.

6. Kebutuhan bayi

Mengingat banyak bayi yang menjadi korban, maka perlengkapan kebutuhan bayi seperti popok, susu, dan makanan bayi juga masuk ke dalam daftar kebutuhan bantuan bagi masyarakat yang terpapar bencana.

Donasi untuk Karhutla

Sederet organisasi menggalang bantuan untuk mengumpulkan donasi bagi para korban Karhutla di Sumtera dan Kalimantan. Salah satunya adalah yayasan KitaBisa. Sahabat Fimela bisa melihat info selengkapnya di www.kitabisa.com untuk melihat bagaimana prosedur penggalangan bantuan yang bisa kamu ikuti.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓