Jika Cinta Pertama Bertepuk Sebelah Tangan, maka Hanya Bisa Jadi Kenangan

Endah Wijayanti23 Sep 2019, 13:47 WIB
cinta pertama bertepuk sebelah tangan

Fimela.com, Jakarta Setiap orang punya kisah cinta yang unik. Ada yang penuh warna-warni bahagia tapi ada juga yang diselimuti duka. Bahkan ada yang memberi pelajaran berharga dalam hidup dan menciptakan perubahan besar. Setiap kisah cinta selalu menjadi bagian yang tak terlupakan dari kehidupan seseorang. Seperti kisah Sahabat Fimela yang disertakan dalam Lomba My Love Life Matters ini.

***

Oleh: R - Pangkalpinang

Hmmm, cinta pertama ya? Mungkin bisa dikatakan itu adalah hal tersulit untuk dilupakan. Beribu cerita dan kenangan yang membuatnya semakin susah untuk dilupakan. Apalagi dengan kisah unik nan lucu ketika menemukannya. Setiap orang punya caranya masing-masing dalam menemukan cinta. Jika itu lucu maka akan menimbulkan gelak tawa saat dingat kembali di masa depan, jika itu sedih maka akan meninggalkan luka di hati.

Ada yang sudah menemukannya saat remaja, adapula yang menemukannya saat dewasa. Itu semua tergantung skenario Tuhan, bagaimana cinta itu datang dan bagaimana cinta itu diciptakan. Di tangan Tuhan pula bagaimana cinta itu berakhir, bisa bahagia dan bisa pula berakhir duka. Sekalipun itu cinta pertama. Semua punya cerita yang dapat dikenang di masa yang akan datang.

Masa SMA mungkin bisa dibilang sebagai masa benih-benih cinta itu tumbuh. Kala itu, kita bertemu tanpa sengaja. Dipertemukan di kelas yang sama dan di bangku yang sama pula. Entah bagaimana rasa itu bisa timbul. Mungkin karena rumus Fisika, Kimia atau saat kau mengajariku soal Matematika. Aku tak tahu pasti. Tanpa aku sadari dan aku mengerti. Rasa itu datang seiring hadirmu di masa SMA-ku. Kuakui kau adalah orang yang baik hati. Orang yang mampu membuatku merasa nyaman dan merasa dihargai. Hingga kita duduk di tingkat terakhir. Rasa itu masih utuh dan masih ada. Tetap tersimpan di salah satu kisi hati.

 

Menjadi Kenangan

cinta pertama
ilustrasi./Photo by Dương Hữu on Unsplash

Hidup kita masih berjalan dan mimpi-mimpi kita terus melaju. Tidak di jalan yang sama. Tapi, rasaku padamu tetap ada. Berjalan hingga lima tahun lamanya. Masih tetap kusimpan rahasia itu dengan rapat dan rapi. Hingga kita dipertemukan kembali dalam suasana yang berbeda. Kau terjebak dalam sebuah permainan. Permainan yang kita mainkan saat itu bersama dengan teman yang lain. Dari situlah aku tahu bagaimana perasaanmu dulu. Jawaban dari semua pertanyaanku selama ini. Kau menyukai orang lain.

Sengaja aku tak mengutarakan semua padamu. Karena tak ingin hubungan pertemanan ini hancur. Jika itu diutarakan pilihannya hanya ada dua, yaitu ditolak atau hubungan ini akan hancur selama-lamanya. Kita memang jauh berbeda. Terlalu jauh hingga sangat sulit untuk digapai. Hampir tak mungkin. Tapi, tidak salah kan jika rasa itu ada?

Aku bersyukur bertemu dengannya. Dengannya aku bisa banyak belajar, dengannya aku tahu cinta tak harus saling memiliki. Darinya aku tahu ternyata ada orang baik di luar sana. Jika kau bukan teman hidupku, kau bisa jadi sahabatku bukan? Tapi, kau akan tetap jadi cinta pertamaku yang akan jadi kenangan di masa depan.

 

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓