Grab Lansir Break The Silence untuk Buka Kesempatan Kerja Bagi Pengemudi Tuli

Vinsensia Dianawanti25 Sep 2019, 12:30 WIB
Diperbarui 25 Sep 2019, 12:30 WIB
Grab Indonesia

Fimela.com, Jakarta Melalui program Grab for Good, Grab memberikan kesempatan bagi masyarakat secara luas terhadap akses digital untuk mendorong perekonomian dan mendapat kehidupan yang lebih layak. Termasuk para penyandang tuli. Di mana Grab memberikan kesempatan pada penyadang tuli untuk terlibat dalam sistem bisnis Grab, baik menjadi pengemudi maupun membuka bisnisnya di Grab.

Adalah Break The Silence yang menjadi program inisiasi Grab yang membuka keterbatasan akses pekerjaan reguler yang layak. Dalam International Week of The Deaf pada 23-30 September, Grab mengumumkan kerja samanya dengan Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu (Gerkatin) di Indonesia, beserta beberapa asosiasi bagi penyandang tunarungu di Singapura, Thailand, dan Malaysia.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan penerapan serta advokasi pentingnya inklusivitas untuk mendukung teman Tuli dan orang dengan keterbatasan pendengaran di Asia Tenggara.

"Kami tidak cacat secara fisik, kami hanya tidak mendengar. Namun mendapatkan kesempatan kerja reguler menjadi tantangan bagi orang tuli di Indonesia. Kesempatan kerja yang ada tidak menyediakan alternatif cara berkomunikasi selain lewat suara sehingga menyulitkan orang tuli," Bambang Prasetyo selaku Ketua DPP Geraktin.

 

Diberikan sejumlah pelatihan bekerja sama dengan Gerkatin

Harapan Baru Buat Pengemudi Grab, Berkesempatan Dapat Rumah Lho!
Harapan Baru Buat Pengemudi Grab, Berkesempatan Dapat Rumah Lho!

Kerja sama dengan Grab telah membantu teman tuli untuk lebih berdaya, lebih percaya diri, dan lebih mandiri secara ekonomi. Hal inipun ditanggapi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebagai sebuah inspirasi bagi masyarakat.

"Saya beberapa kali berkomunikasi dengan teman teman dehgan difabel. Bahkan mereka memiliki suatu semangat yang luar biasa. Kalau semangat itu dilengkapi dengan pelayanan dari Grab akan meningkat. Karena ada bayak orang yang bersemangat mengatrol semangat-semangat lain," ungkap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Sejumlah fitur baru akan ditambahkan dalam aplikasi Grab untuk memudahkan pengemudi tuli berkomunikasi dengan pelanggannya. Pesan instan dan kamus bahasa isyarat akan dikembangkan untuk mengajarkan masyarakat cara berkomunikasi dengan teman tuli melalui widget di dalam aplikasi Grab.

Serangkaian pelatihan pun akan diberikan bekerja sama dengan Gerkatin. Sebanyak 60-70 pengemudi tuli sudah bergabung dengan Grab. Nantinya akan dilakukan rekrutmen terhadap pengemudi tuli secara meluas di seluruh penjuru Indonesia.

#GrowFearless with Fimela

Lanjutkan Membaca ↓