Ulasan: Buku Social Intelligence Karya Daniel Goleman

Endah Wijayanti27 Sep 2019, 18:40 WIB
social intelligence

Fimela.com, Jakarta Judul: Social Intelligence, Ilmbu Baru tentang Hubungan Antar-Manusia

Penulis: Daniel Goleman

Alih bahasa: Hariono S. Imam

Perwajahan sampul: Suprianto

Perwajahan isi: Sukoco

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Cetakan keempat, Juli 2018

Penemuan paling mendasar di buku ini adalah pada hakikatnya kita memiliki sifatsosial untuk terus-menerus terlibat dalam suatu tarian saraf yang menghubungkanotak kita dengan otak orang-orang di sekitar kita. Goleman menjelaskan dasardari karisma dan kekuatan emosi, kompleksitas daya tarik seksual, bagaimanakesan pertama ternyata memiliki tingkat keakuratan yang mencengangkan, danbagaimana kita bisa menduga seseorang berbohong atau tidak.

Apakah ada cara untuk membesarkan anak-anak kita agar mereka bahagia?

Apakah ada landasan bagi pernikahan yang positif?

Bagaimana para pemimpin bisnis dan guru bisnis bisa membangkitkan hal-hal terbaik dalam diri orang-orang yang mereka pimpin dan ajar?

Bagaimana kelompok-kelompok manusia yang terpisahkan prasangka dan rasa bencibisa hidup bersama dengan damai?

Dengan keyakinan yang kuat Goleman mengantarkan berita yang membesarkan hati: manusia memiliki kecenderungan alami untuk menunjukkan empati dan altruisme serta bekerja sama asalkan kita mengembangkan kecerdasan sosial untuk menumbuhkankemampuan itu dalam diri kita dan orang lain.

 

***

Sebagai manusia, kita tercipta untuk berhubungan. Bahkan ilmu saraf telah menemukan bahwa rancangan otak itu sendiri membuat otak suka bergaul. Dalam kehidupan sehari-hari, kita tak bisa lepas dari interaksi dengan orang lain. Terlepas dari intensitas dan kuantitas interaksi itu, kita selalu punya kebutuhan untuk bersosialisasi.

Daniel Goleman menulis buku Social Intelligence sebagai buku pendamping Emotional Intelligence. Melalui Social Intelligence, Goleman menjelajah wilayah kehidupan manusia yang sama dari sudut pandang berbeda, yaitu dari sudut pandang yang memungkinkan cakupan pengertian lebih luas tentang dunia pribadi kita. Kita akan mendapat pemahaman yang lebih dalam mengenai bagaimana manusia tercipta untuk saling berhubungan.

Buku ini terdiri dari enam bagian, antara lain:

1. Tercipta untuk Saling Berhubungan

2. Ikatan yang Putus

3. Menumbuhkan Alam

4. Berbagai Jenis Cinta

5. Hubungan yang Sehat

6. Konsekuensi Sosial

Setiap interaksi memiliki pesan emosi. Disadari atau tidak, masing-masing dari kita saling mengirim dan menerima pesan emosi dari interaksi-interaksi yang ada di sekitar kita. Dalam Bagian 1, kita akan memahami lebih jauh soal ekonomi emosi, resep untuk hubungan yang baik, WiFi saraf, naluri untuk altruisme, anatomi-saraf ciuman, dan juga definisi kecerdasan sosial. Memahami hubungan juga tak lepas dari ikatan yang putus. Dari sini kita juga akan mendapat informasi menarik terkait peran emosi dan interaksi yang tepat guna menjalani kehidupan bersosialisasi yang lebih baik.

Ikatan dan hubungan antar pasangan juga mendapat porsi yang cukup besar dibahas di buku ini. Dalam Berbagai Jenis Cinta, kita mendapat informasi dan wawasan baru tentang jejaring kelekatan, gairah laki-laki dan perempuan, dan biologi belas kasih. Di bagian ini, kita mendapat informasi yang bermanfaat terkait cara memahami tipikal karakter laki-laki dan perempuan dalam sebuah hubungan.

Kita memang tak bisa membaca isi pikiran orang lain dengan tepat. Tapi tahukah bahwa kemampuan memahami apa yang sedang berlangsung dalam pikiran orang lain adalah salah satu keterampilan manusia yang paling tak ternilai? Para ilmuwan bidang saraf menyebutnya "peka-pikiran", yaitu melihat secara seksama ke dalam pikiran seseorang untuk merasakan perasaan mereka dan menangkap pikiran mereka. Dengan memiliki kemampuan "peka-pikiran" kita bisa mengurangi hambatan dalam interaksi sosia kita. Sehingga bisa menciptakan hubungan yang lebih baik.

Berbagai hasil survei, penelitian, dan penjelasan ilmiah terkait kecerdasan sosial dipaparkan dengan cukup gamblang di buku ini. Apakah kita sudah memaksimalkan kecerdasan sosial yang kita miliki? Atau mungkin justru kita masih kesulitan untuk mengoptimalkan kemampuan kita dalam bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain? Melalui Social Intelligence, kita akan mendapat berbagai wawasan baru yang sangat bermanfaat serta dapat langsung diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari kita.

#GrowFearless with FIMELA