Kebanyakan Olahraga Justru Bikin Berat Badan Naik, kok Bisa?

Endah Wijayanti04 Okt 2019, 12:42 WIB
perempuan olahraga

Fimela.com, Jakarta Olahraga rutin sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan. Bagi yang sedang berusaha menurunkan berat badan, olahraga yang teratur juga diperlukan. Tapi kebanyakan olahraga ternyata bisa memberi dampak yang kurang baik.

Kebanyakan olahraga bisa menyebabkan kelelahan adrenal (adrenal fatigue). Dikutip dari thehealthy.com, gejalanya bisa meliputi nyeri otot, kepala pusing, dan keletihan ekstrem. Bila kita merasakan gejala ini setelah olahraga yang terlalu keras, maka penting untuk mulai mengondisikan intensitas olahraga kita.

 

 

Olahraga Jangan Sampai Melebihi Batas Kemampuan

perempuan olahraga
ilustrasi./Photo by Pankit Saini on Unsplash

Hormon stres yang disebut kortisol bisa jadi penyebabnya. Liz Letchford, MS, ATC, seorang personal trainer dan ahli pencegahan cedera menjelaskan bahwa memaksa tubuh bekerja melebihi batas melalui olahraga dengan intensitas tinggi dan durasa yang lama dapat mengganggu fungsi hormon kortisol tersebut. Akibatnya bisa memberi dampak seperti keletihan, menurunnya performa, dan naiknya bobot di area perut.

Olahraga tak hanya untuk memperkuat otot dan mengurangi lemak. Sistem saraf pusat kita diatur oleh sistem hormon yang rumit. Bila olahraga yang kita lakukan sudah sangat berlebihan, dampaknya bisa negatif pada tubuh dan dapat menaikkan berat badan tubuh.

Tubuh kita perlu waktu untuk memulihkan diri setelah berolahraga. Sesuaikan intensitas olahraga sesuai dengan kebutuhan dan target kita. Sebaiknya hindari pergi ke tempat fitnes lebih dari satu kali sehari, ya. Olahraga penting dilakukan tapi jika sampai terlalu menyiksa tubuh kita, dampaknya pun malah akan negatif.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓