Waspada, Kerja Lembur Bisa Meningkatkan Masalah Depresi

Mimi Rohmitriasih07 Okt 2019, 11:59 WIB
Kerja Lembur

Fimela.com, Jakarta Idealnya seseorang bekerja selama 7-8 jam perhari atau sekitar 40 jam perminggunya. Namun, tidak sedikit orang yang akhirnya bekerja lebih dari 8 jam untuk menyelesaikan pekerjaannya secara tepat waktu. Tidak sedikit juga orang yang rela bekerja lebih dari 8 jam untuk mendapatkan gaji tambahan.

Kerja lembur adalah hal yang dianggap wajar oleh banyak orang. Namun sayangnya, kerja lembur yang dilakukan secara terus menerus bisa meningkatkan berbagai masalah kesehatan. Kerja lembur yang dilakukan secara berlebihan juga bisa meningkatkan risiko depresi.

Melansir dari laman reuters.com, berlebihan bekerja lembur bisa meningkatkan berbagai masalah kesehatan. Tak hanya menyebabkan masalah kesehatan fisik, bekerja lembur yang menuntut otak bekerja lebih keras juga akan meningkatkan risiko depresi.

Bahaya Kerja Lembur Buat Kesehatan Fisik dan Psikis

Kerja Lembur
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Penelitian yang dilakukan para ahli menemukan jika kerja lembur apalagi kerja yang dilakukan di akhir pekan bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan jantung. Kerja lembur bisa meningkatkan risiko kecelakaan kerja dan membuat seseorang rentan terhadap stres bahkan depresi.

Para ahli mengungkapkan jika kerja selama 11 jam atau lebih setiap harinya bisa meningkatkan risiko depresi dua kali lipat lebih besar daripadas mereka yang bekerja 7 sampai 8 jam. Mereka yang terbiasa kerja lembur juga sangat mungkin mengalami gangguan tidur yang meningkatkan risiko kecemasan, ketakutan dan perasaan berdebar-debar.

 

Beberapa penelitian juga menemukan jika orang yang terbiasa kerja lembur lebih mungkin berisiko menderita diabetes dan kanker. Apalagi jika kerja lembur ini dilakukan tanpa menerapkan pola hidup dan pola makan sehat.

Meski kerja lembur bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan dan depresi, bukan berarti Sahabat Fimela tak boleh kerja lembur. Dirimu tetap boleh kerja lembur namun jangan sampai dilakukan secara terus menerus atau berlebihan. Saat bekerja lembur, usahakan untuk lebih memperhatikan pola hidupmu. Tetap bahagia, sabar dan tenang menjalani hari-hari agar tidak depresi.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓