Penyebab Asam Lambung dan Dampak Buruk Jika Dibiarkan

Meita Fajriana08 Okt 2019, 19:30 WIB
Sakit perut asam lambung

Fimela.com, Jakarta Asam lambung merupakan salah satu senyawa pada tubuh yang berguna untuk mencerna makanan. Namun, dalam keadaan tertentu, jumlah asam lambut akan berlebih, yang memungkinkan terjadinya gangguan pada sistem pencernaan. Salah satu gangguan kesehatan pada sistem pencernaan yang kerap terjadi adalah asam lambung naik ke kerongkongan.

Hal ini dikarenakan katup antara kerongkongan dan lambung tidak berfungsi dengan baik. Dalam dunia medis, kondisi ini biasa disebut dengan Gastro-esophageal Reflux Disease (GERD).

Bagi bagi penderitanya yang terindikasi mengalami asam lambung, tanda-tandanya adalah berupa rasa terbakar di dada, mual, perasaan ingin muntah, nyeri ulu hati, dan juga rasa asam di dalam mulut.

Dirangkum dari berbagai sumber ada beberapa hal yang memicu dan menyebabkan seseorang menderita penyakit asam lambung. Selain pola dan waktu makan yang buruk, stres juga menjadi salah satu penyebab asam lambung.

 

Penyebab asam lambung

Sakit perut asam lambung
Ilustrasi asam lambung. (Foto: YAKOBCHUK VIACHESLAV/ Shutterstock)

Dokter spesialis penyakit dalam Prof. Ari F. Syam mengatakan bahwa stres memang bisa memicu naiknya asam lambung seseorang. Salah satu masalah asam lambung yang cukup berbahaya sendiri adalah penyakit GERD. Dua gejala utama GERD yaitu nyeri dada dan perasaan panas di dada seperti terbakar.

Tentu saja penyakit ini menimbulkan rasa tidak nyaman dan berujung menganggu aktivitas sehari-hari. Penyakit ini tidak bisa dianggap remeh, karena jika dibiarkan asam lambung akan berlanjut menyebabkan gangguan pada paru-paru.

 

Dampak buruk asam lambung jika dibiarkan

Sakit perut asam lambung
Ilustrasi asam lambung. (Foto: TORWAISTUDIO/ shutterstock)

Asam lambung juga dapat menyebabkan perubahan struktur dinding di dalam kerongkongan yang kemudian menyebabkan terjadinya penyakit Barrett’s. Penyakit ini merupakan lesi pra kanker.

Di luar saluran cerna, asam lambung yang tinggi dapat menyebar ke gigi, tenggorokan, sinus, pita suara, saluran pernafasan bawah atau asma bahkan sampai ke paru-paru.

#GrowFearless with Fimela

Lanjutkan Membaca ↓