Mengenal Apa Itu Fobia Sosial dan Mengetahui Gejalanya

Anisha Saktian Putri17 Okt 2019, 13:00 WIB
Taklukkan Trypophobia, si Fobia Lubang Kecil, dengan Cara Ini! (Elnur/Shutterstock)

Fimela.com, Jakarta Kematian Penyanyi Korea Selatan Sulli mengejutkan semua pihak, terutama para penggemarnya. Diketahui, Sulli meninggal dunia di Seongnam, Korea Selatan.

Sebuah kabar dari KBS menyebutkan Sulli diduga meninggal karena bunuh diri. Namun, polisi hingga kini masih menelusuri dugaan tersebut.

Banyak yang menduga Sulli meninggal bunuh diri karena depresi. Dalam video reality show Jinri Store, ia pernah mengatakan memiliki fobia sosial serta gangguan panik. Gangguan mental itu telah ia rasakan sejak kecil.

Lalu apa itu fobia sosial? Dilansir dari healthline.com, gangguan kecemasan sosial, disebut sebagai fobia sosial yang merupakan jenias gangguan kecemasan yang menyebabkan ketakutakn ekstrem dalam lingkungan sosial.

Orang dengan gangguan ini mengalami kesulitan berbicara dengan orang, bertemu orang baru, dan menghadiri pertemuan sosial. Mereka takut dihakimi oleh orang lain.

Mereka mungkin mengerti bahwa ketakutan tersebut tidak rasional atau tidak masuk akal, tetapi merasa tidak berdaya untuk mengatasinya.

 

Beda dengan rasa malu dan gejala fobia sosial

Trypophobia, Kumpulan Lubang Kecil yang Bikin Fobia (Irina Bg/Shutterstock)
Trypophobia, Kumpulan Lubang Kecil yang Bikin Fobia (Irina Bg/Shutterstock)

Kecemasan sosial berbeda dari rasa malu. Rasa malu biasanya bersifat jangka pendek dan tidak mengganggu kehidupan seseorang.

Kecemasan sosial bersifat persisten dan melemahkan. Ini dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk, bekerja, sekolah, dan mengembangkan hubungan dekat dengan orang-orang di luar keluarga mereka.

Menurut Asosiasi Anxiety and Depression of America (ADAA) sekitar 15 juta orang dewasa Amerika memiliki gangguan kecemasan sosial. Gejala-gejala gangguan ini dimulai sekitar usia 13.

Ada berbagai gejala jika mengalami fobia sosial, gejala fisik seperti mual, keringat berlebih, gemetar, kesulitan bicara, pusing, detak jantung cepat.

Sedangkan gejala psikologis seperti khawatir selama berhari-hari hingga berminggu-minggu, menghindari situasi sosial, khawatir mempermalukan sendiri, stres, membutuhkan alkohol untuk menghadapi sosial.

Simak video berikut

#growfearless with Fimela

Lanjutkan Membaca ↓