Perceraian Jadi Awal Baru untuk Lebih Mencintai Diri Sendiri

Endah Wijayanti16 Okt 2019, 09:45 WIB
kisah perceraian

Fimela.com, Jakarta Masing-masing dari kita memiliki cara dan perjuangan sendiri dalam usaha untuk mencintai diri sendiri. Kita pun memiliki sudut pandang sendiri mengenai definisi dari mencintai diri sendiri sebagai proses untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Seperti tulisan yang dikirim Sahabat Fimela untuk Lomba My Self-Love Matters: Berbagi Cerita untuk Mencintai Diri ini.

***

Oleh: Avirgana Hanofriska - Jakarta

To be honest, perceraian menyadarkan bahwa sangat penting untuk kita mencintai diri sendiri dan tidak menggantungkan kebahagiaan ke orang lain. Sangat jelas di mata saya saat itu bahwa bercerai itu adalah masalah ego. Ego yang sangat besar. Setahun saya coba introspeksi diri karena tidak berhasil mendapatkan jawaban yang bisa diterima akal sehat tentang alasan suami ketika minta berpisah.

Tapi setelah berpikir, berpikir, dan berpikir alias introspeksi diri every single minute, single day. Akhirnya saya sadar bahwa dia memang harus mencintai dirinya sendiri dulu baru dapat mencintai orang lain (baca: saya).

Menerima kenyataan pahit dari kisah “a lover” become “a stranger” sangat tidak mudah, banyak air mata dan kemarahan yang cuma bisa disimpan dalam hati. Usaha kami berdua selama empat tahun di pernikahan, berakhir dalam waktu tiga bulan di pengadilan ditambah setahun pisah rumah. Menyesal? Tentu tidak. I am happy. I do have so many beautiful memories and lots of new experience. Jika dihitung nilai bahagianya, ya lebih banyak daripada deritanya. Tapi itu semua point of view saya yang sangat puas dengan kehidupan single life dulu-nya, tetapi tidak dengan “dia”. Which is nothing wrong with that!

 

 

Memulai Awal Baru

Perempuan Bekerja
Ilustrasi./copyright shutterstock

The funny thing, it doesn’t take so long to be aware that we need self-love. Turn back time, hanya dalam waktu sebulan saya tersadar bahwa saya harus kembali mencintai diri saya dan harus menghargai keputusan suami saat itu ketika mau berpisah. Karena saya percaya, kita tak perlu memaksakan kehendak kita. Selalu percaya kalau jodoh, pasti bertemu lagi.

Start dengan pindah kota, meluangkan waktu untuk diri sendiri, keluarga dan teman-teman, kemudian mencari pekerjaan. I am so blessed dalam waktu satu bulan sudah bisa merasakan nikmatnya kerja kantoran lagi, menerima gaji, dan memulai lagi membangun kehidupan baru. Sendiri!

Setelah ketuk palu dan menerima akte cerai, rasanya seperti dapat privilege buat fokus self-love. Karena memang selama masa “berpisah” trust me, even you try to love yourself back day by day. It’s still hard to do. Haha. But well, a journey of a thousand miles begins with a single step. The single step starts with browsing and finding self-love bucket list!

 

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓