Mengenal Lebih Jauh Tentang Kesehatan Mental dan Cara Menjaganya

Meita Fajriana17 Okt 2019, 16:30 WIB
Kesehatan mental

Fimela.com, Jakarta Kita sering mendengar istilah kesehatan mental yang digunakan mengacu pada kondisi seperti depresi, kecemasan, gangguan stres pasca-trauma (PTSD), dan skizofrenia. Namun, kesehatan mental merupakan kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial kita secara keseluruhan, baik di dalam maupun di luar diri.

Kesehatan mental memengaruhi cara kita berpikir, merasakan, dan berperilaku. Hal ini membentuk cara kita memandang dunia, membuat keputusan, dan menangani stres ketika hal itu menghampiri kita. Tidak sedikit mereka yang gagal menguasai diri saat menghadapi masalah hingga berujung memutuskan untuk menghakhiri hidupnya.

Seperti insiden baru-baru ini yang terjadi pada idola K-Pop, Sulli. Penyanyi cantik ini mengakhiri hidupnya pada hari Senin (14/10/2019). Sulli ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di apartemen-nya. kawasan Seongnam. Ia meninggal dunia dalam usia yang terbilang muda.

Berkaca dari insiden Sulli ini, penting bagi setiap orang untuk memeriksakan kesehatan mental sedari dini. Hal ini agar kamu tidak merasa sendiri dan tertekan dalam kurun waktu yang lama, sehingga menimbulkan depresi.

Seperti dilansir dari situs Livescience, Kamis (17/10/2019), para psikolog menekankan bahwa tidak ada yang harus malu atau takut untuk mencari bantuan dari teman, keluarga, atau profesional kesehatan mental ketika menghadapi masa sulit.

Apa itu kesehatan mental?

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Kesehatan mental dapat dipengaruhi oleh banyak aspek kehidupan, termasuk hubungan sosial, kesehatan fisik, tingkat produktivitas, dan akses ke kebutuhan dasar. Masing-masing Individu memiliki kesehatan mental dipengaruhi sifat genetik dan kepribadian mereka, serta faktor-faktor demografis seperti status sosial ekonomi, ras, identitas gender, dan orientasi seksual.

Meskipun kesehatan mental setiap orang berbeda, secara umum, orang dapat memperoleh manfaat dari melakukan kegiatan kecil dan rutin sehari-hari yang membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka. Seperti dengan cukup tidur dan olahraga teratur dapat sangat membantu menjaga kesehatan mental.

Apa itu mindfulness?

Saat ini, "mindfulness" adalah kata kunci yang umum dalam diskusi kesehatan mental. Tetapi apa arti dari mindfulness? Mindfulness atau perhatian adalah sebagai bentuk ketenangan diri. Kamu bisa mempraktikkan perhatian setiap pagi sambil menyesap kopi pagi, selama beberapa menit itu, coba hanya berfokus pada aroma, rasa, dan kehangatan minuman daripada semua hal lain yang terjadi pada hari itu.

Mindfulness dapat juga diaplikasikan dalam aktivitas apa pun yang dilakukan, baik minum kopi, berjalan kaki ke kantor, atau menyisir rambut. Tentu saja, itu juga dapat dilakukan melalui meditasi dan latihan yang lebih terencana.

Berlatih mindfulness dianggap bermanfaat karena mencegah pikiran dari terpaku pada masa lalu atau masa depan, kebiasaan yang sering dikaitkan dengan perasaan depresi dan kecemasan. Melalui mindfulness, orang dapat berlatih mengatur perhatian mereka, memperhatikan kondisi mental dan fisik mereka tanpa menghakimi, serta lebih menghargai hal-hal kecil dalam hidup.

 

Menghadapi hari yang buruk dan masalah yang besar

Kesehatan mental
Kesehatan mental. (Foto: Shahariar Lenin from Pixabay)

Ketika menghadapi masa sulit, orang mungkin merasa terbantu untuk menjangkau jaringan sosial mereka untuk mendengarkan mereka. Hanya dengan meminta seseorang untuk mengkonfirmasi bahwa emosi kamu nyata. Hal ini dapat membantu meringankan beban mental seseorang. Saat menawarkan dukungan emosional, hindari kata seperti "itu tidak perlu dikhawatirkan" atau "lupakan saja,".

Teman dan keluarga juga dapat membantu dengan cara dengan menjalankan tugas, mencuci pakaian, memasak, atau mengurus tugas-tugas logistik yang mungkin membebani pikiran seseorang. Terkadang, sulit untuk mengetahui bagaimana mendukung seseorang melalui masa sulit. Dalam situasi ini, kamu dapat bertanya pada orang itu sendiri.

 

Mencari bantuan untuk masalah kesehatan mental

Kesehatan mental
Kesehatan mental. (Foto: Free-Photos/ Pixabay)

Ketika mencari bantuan profesional mintalah rekomendasi dokter yang kamu sukai sehingga lebih nyaman. Kamu juga memiliki pilihan untuk melakukan layanan konsultasi lewat telepon sebelum mulai ke dokter.

Sesi pertama berfungsi sebagai waktu bagi terapis dan kamu untuk mengenal satu sama lain dan mengisi beberapa dokumen wajib. Dokumen tersebut membahas hak klien untuk kerahasiaan dan menetapkan persetujuan mereka untuk menerima perawatan.

Terapis akan menjelaskan pendekatan pribadi mereka terhadap pengobatan dan apa yang dapat diharapkan dari sesi mendatang, dan kemudian memberikan waktu kepada kamu berbicara tentang mengapa mereka datang pada hari itu. Dari sana, keduanya dapat membahas rencana aksi potensial.

Ketika datang untuk menjaga kesehatan mental, memiliki sistem dukungan yang kuat adalah kuncinya. Bahkan ketika rasanya seolah-olah sistem pendukung dalam hidupmu telah habis, selalu ada seseorang di luar sana yang siap menerima panggilanmu.

#GrowFearless with Fimela

Lanjutkan Membaca ↓