Membahagiakan Diri Sendiri Bantu Netralkan Hati yang Tersakiti

Endah Wijayanti20 Okt 2019, 10:46 WIB
jenuh 1

Fimela.com, Jakarta Masing-masing dari kita memiliki cara dan perjuangan sendiri dalam usaha untuk mencintai diri sendiri. Kita pun memiliki sudut pandang sendiri mengenai definisi dari mencintai diri sendiri sebagai proses untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Seperti tulisan yang dikirim Sahabat Fimela untuk Lomba My Self-Love Matters: Berbagi Cerita untuk Mencintai Diri ini.

***

Oleh: Rika Amanda - Bekasi

Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya, termasuk aku sendiri. Entah kesalahan kecil atau besar yang udah pernah kita perbuat yang kadang ada di pikiran sebagian orang, “Apa iya sih yang gue lakuin itu salah banget, sampai segitunya banget deh,” atau, “Kenapa ya kayaknya gue yang selalu salah di mata dia." Perasaan seperti itu yang aku suka rasakan ketika dalam hubungan berpacaran.

Ketika di dalam hubungan berpacaran, pasti ada kalanya kami berantem. Aku pribadi selalu ketika berantem adalah mempermasalahkan hal-hal yang sebenernya tidak penting. Tapi ya tergantung sifat pasangan kalian masing-masing bagaimana cara menyikapi ketika lagi ada masalah. Setiap kali berantem, selalu aja aku yang disalahkan. Aku nggak tahu kenapa bisa seperti itu, yang seringkali membuat aku bingung dan selalu menangisi keadaan di mana ketika aku merasa disalahkan.

Cara yang aku lakukan ketika di kondisi seperti itu, yaitu meminta maaf dan menjelaskan maksud secara baik-baik. Ya, tapi itu belum tentu juga membuat pasangan langsung terima kata-kata maaf dari kita, kan? Di saat seperti itu, aku merasa over thinking terhadap diri aku sendiri, karena aku juga tipe orang yang tidak suka curhat atau berbagi pikiran yang tidak mengenakkan dari diriku sendiri. Aku lebih suka untuk memendamnya sendiri dan memikirkannya sendiri.

 

 

Membahagiakan Diri Sendiri

self-love
ilustrasi./copyright by Shutterstock

Hal yang aku sangat rasakan, yaitu aku jadi sering menyalahkan diri sendiri dengan waktu. Aku jadi merasa terpuruk dengan apa yang sudah terjadi. Namun, aku berpikir, aku nggak mau terus menerus berada di posisi yang membuatku merasa insecure. Aku harus bisa menghadapi kesalahan yang memang mungkin sudah aku perbuat. Aku harus bisa bangkit dan aku coba untuk ambil pelajaran dari setiap kesalahan yang pernah aku lakukan.

Usaha yang aku lakukan untuk bangkit dan lebih bisa menerima apa pun kondisi yang aku sedang alami, yaitu dengan membahagiakan diri sendiri dengan pergi ke mal yang membuat aku jauh lebih tenang dan aku selalu jauhi dengan pikiran-pikiran yang negatif. “Love yourself first, because that’s who you’ll be spending the rest of you life with.”

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓