Gerakan Peduli Hipertensi untuk Menghindari Penyakit Gagal Ginjal

Meita Fajriana21 Okt 2019, 07:30 WIB
Hipertensi

Fimela.com, Jakarta Ginjal merupakan salah satu orang pada tubuh manusia yang memiliki peranan penting untuk berlangsungnya kehidupan. Ginjal menyaring racun pada makanan yang masuk ke dalam tubuh. Namun, tahukah kamu bahwa ada satu keadaan pada tubuh yang merusak fungsinya hingga paling fatal mengakibatkan gagal ginjal. Keadaan tersebut yaitu tekanan darah yang tinggi atau biasa dikenal dengan hipertensi.

Untuk itu, Bayer Indonesia mendukung Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI) atau Indonesian Society of Hipertension (InaSH) untuk program Gerakan Peduli Hipertensi dengan melakukan serangkaian edukasi publik melalui media terkait hipertensi dan risiko terhadap kerusakan organ penting dan kematian.

”Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang berakibat peningkatan angka kesakitan dan kematian serta beban biaya kesehatan termasuk di Indonesia. Dalam upaya menurunkan prevelensi hipertensi di Indonesia dibutuhkan komitmen bersama secara berkesinambungan dari semua pihak. Untuk itulah Bayer sangat mendukung Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia / InaSH terkait program Gerakan Peduli Hipertensi,” kata Angel Michael Evangelista Presiden Direktur Bayer Indonesia.

Hipertensi dapat menjadi penyebab risiko kerusakan organ penting seperti otak, jantung, ginjal, mata, pembuluh darah besar (aorta) dan pembuluh darah tepi1 yang mengakibatkan kecacatan dan kematian. Data Indonesian Renal Registry 2017 (IRR) juga menunjukkan bahwa hipertensi menjadi penyebab utama gagal ginjal sehingga menjalani cuci darah (dialisis).

Hipertensi yang tidak terkontrol merupakan faktor risiko Penyakit Ginjal Kronik (PGK). Sementara itu, penyakit ginjal kronik dapat memperburuk hipertensi yang tidak terkontrol karena ekspansi volume dan peningkatan resistensi perifer pembuluh darah. Terkait PGK, hipertensi dapat sebagai penyebab PGK, namun bisa juga hipertensi sebagai akibat PGK.

 

Hipertensi penyebab Penyakit Ginjal Kronik

Hipertensi penyebab gagal ginjal
Hipertensi penyebab gagal ginjal. (Foto: Dok. Bayer)

Tekanan darah tinggi terkait erat dengan penyakit gagal ginjal. Kedua penyakit ini terkait dalam dua cara. Pertama, tekanan darah tinggi penyebab utama Penyakit Ginjal Kronik (PGK). Seiring waktu, tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah ke seluruh tubuh, termasuk pembuluh darah ginjal menjadi menebal dan kaku (atherosclerosis).

Kondisi ini menyebabkan suplai darah berkurang ke organ-organ penting seperti ginjal. Tekanan darah tinggi juga merusak unit penyaringan kecil di ginjal (nephron) yang mengakibatkan proses penyaringan di ginjal akan terganggu, sehingga fungsi ginjal sebagai penyaring dan pembuang racun-racun sisa metabolisme akan terganggu yang berakibat menumpuknya racun-racun dan cairan di dalam darah dan seluruh tubuh. Cairan berlebih dalam pembuluh darah akan meningkatkan tekanan darah lebih tinggi lagi.

 

Hipertensi komplikasi Penyakit Ginjal Kronik

Hipertensi penyebab gagal ginjal
Hipertensi penyebab gagal ginjal. (Foto: Dok. Bayer)

Kedua, tekanan darah tinggi juga bisa menjadi komplikasi PGK. Ginjal yang sehat memegang peran penting dalam menjaga tekanan darah jangka panjang melalui mekanisme hemodinamik (mengatur jumlah cairan dan garam) dan mekanisme hormonal (sistem renin-angiotensin).

Sementara ginjal yang tidak sehat akan berkurang fungsinya dalam membantu mengatur tekanan darah. Akibatnya, tekanan darah meningkat. Jika seseorang menderita PGK, tekanan darah tinggi akan berisiko memburuknya penyakit ginjal dan juga dapat menimbulkan penyakit jantung.

“Gagal ginjal merupakan salah satu bentuk kecacatan organ permanen yang menakutkan disebabkan karena hipertensi yang seharusnya dapat dihindari. Penderita gagal ginjal biasanya akan kehilangan hari produktif dan kualitas hidup yang sangat menurun bahkan resiko kematian yang tinggi. Oleh karena itu, orang yang terdiagnosis hipertensi harus mengendalikan tekanan darahnya sampai normal secara terus menerus dan tidak boleh menghentikan obat-obat hipertensi walaupun tekanan darahnya sudah stabil dan normal,“ kata Dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD-KGH,FINASIM Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI).

#GrowFearless with Fimela

Lanjutkan Membaca ↓