FIMELA FEST 2019: Menjadi Diri Sendiri, Kebahagiaan yang Disarankan Aristoteles Sejak Zaman Dulu

Febi Anindya Kirana19 Okt 2019, 12:30 WIB
mencintai diri sendiri

Fimela.com, Jakarta Di dunia ini ada dua jenis kebahagiaan berbeda yang bisa dirasakan manusia menurut para filsuf, yaitu kebahagiaan hedonisme dan kebahagiaan eudaimonisme. Jika memilih mengejar kebahagiaan yang salah, orang akan selalu merasa kurang dengan dirinya sendiri dan apa yang dimiliki.

Kebahagiaan itu adalah hedonisme. Jenis kebahagiaan ini didefinisikan sebagai keinginan intrinsik mengejar kesenangan yang bersifat fisik, dan biasanya hanya sementara, seperti beli baju, mobil, dan barang-barang lainnya. Well, nggak ada yang salah memang membeli barang yang kita suka, hanya saja jangan berlebihan. Karena kabahagiaan kedua lah yang seharusnya kita kerjar.

Kebahagiaan Eudaimonic

mencintai diri sendiri
ilustrasi bahagia/Photo by Raychan on Unsplash

Kebahagiaan itu adalah eudaimonisme. Jenis kebahagiaan ini pertama kali diperkenalkan oleh Aristoteles. Ia menempatkan kebahagiaan manusia pada kemampuan bertindak sesuai moral dan kebajikan. Seseorang akan merasakan kebahagiaan ketika mereka merasa lengkap dan utuh terhadap diri mereka sendiri, ketika mereka mampu menerima "jati diri sejati mereka."

Itulah pentingnya menyadari bahwa diri sendiri patut dicintai dan dihargai. Karena salah satu cara memulai mengejar kebahagiaan eudaimonisme adalah dengan mencintai diri sendiri. Dengan mulai mencintai diri sendiri, orang akan lebih mudah menjadi diri sendiri dan jujur pada diri sendiri.

Jadi, jika ingin merasakan kebahagiaan yang sejati, berhenti mengerjar materi dan mulailah mencintai diri sendiri.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓