Fimela Fest 2019: 3 Ciri Utama Body Shaming yang Harus Perempuan Tahu

Karla Farhana28 Okt 2019, 16:30 WIB
Body Shaming

Fimela.com, Jakarta Masalah body shaming bukan cuma bertumpu pada korban-korban yang berjuang untuk menghentikan dan menata pikiran untuk bisa bangkit setelah mengalami body shaming yang menyakitkan. Tetapi, ada juga masalah-masalah lain seputar korban, terlebih mengenai bagaimana menyadarkan mereka yang menjadi korban namun tidak sadar sama sekali. 

The queens have to fix each other's crown. Tetapi, nyatanya banyak orang diam ketika melihat orang lain mengalami body shaming. Fakta yang lebih menyedihkannya lagi, tulsi Bustle, banyak perempuan muda yang menganggap body shaming bukan sebagai pelecehan, namun bahan candaan. 

Kalau bercanda, kenapa lama-lama timbul rasa sakit hati secara diam-diam? Kalau mereka hanya sekadar mencari tawa, kenapa lantas timbul rasa tidak percaya diri, yang akhirnya berakhir dengan kurangnya penghargaan terhadap diri sendiri? 

Sekeras upaya membasmi perilaku body shaming, sekeras itu pula perempuan harus menyadari korban mengenai apa yang mereka alami. Bercanda itu ketika semua tertawa, bukan saling menertawakan. Body shaming, tulis Hallo Sehat, merupakan sebuah bullying secara verbal. Beriktu ini 3 ciri utama body shaming yang harus seluruh perempau ketahui dan sadari. 

Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain

[Fimela] Bullying
Ilustrasi Body Shaming | unsplash.com

Kalau Sahabat Fimela tidak merasa sedang mengalami body shaming, cobalah untuk menyelami pikiranmu sendiri. Seberapa sering kamu membandingkan dirimu dengan orang lain? Merasa kalau tubuhmu gemuk, padahal secara klinis berat badanmu belum termasuk ke dalam over weight. 

Atau, sering merasa potongan atau gaya rambutmu buruk, padahal sebenarnya ada orang-orang lain yang mengagumi betapa sehatnya rambutmu. 

Fat Jokes

 

Kadang, kamu menganggapnya sebagai candaan, dan kamu memilih untuk ikut tertawa meski orang lain mengomentari bentuk atau ukuran tubuh. Tetapi, di balik tawa itu, kamu merasa tersinggung, sebenarnya. Jangan biarkan mereka membalut bodu shaming dengan candaan. 

Burger Joke

Body shaming bukan cuma soal tubuh gemuk. Tetapi juga tubuh yang kurus. Dengan candaan seperti "tubuh tertiup angin," "cuma makan angin," dan "makan yang banyak," kesemuanya merupakan bentuk body shaming yang berbalut komedi. Jika memang peduli, ajak orang lain untuk makan sehat dan berolahraga. Bukan biar kurus atau lebih gemuk, tetapi meningkatkan kesehatan. 

#Growfearless with FIMELA

Fimela ingin mengajak kamu untuk lebih inspiratif dan positif dengan lewat berbagai kelas menarik di Fimela Fest 2019. Yuk, daftarkan dirimu di sini!

Lanjutkan Membaca ↓