Masa S2 cuma Jadi Ibu Rumah Tangga?

Endah Wijayanti04 Nov 2019, 07:15 WIB
agar anak tidak manja

Fimela.com, Jakarta Masing-masing dari kita memiliki cara dan perjuangan sendiri dalam usaha untuk mencintai diri sendiri. Kita pun memiliki sudut pandang sendiri mengenai definisi dari mencintai diri sendiri sebagai proses untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Seperti tulisan yang dikirim Sahabat Fimela untuk Lomba My Self-Love Matters: Berbagi Cerita untuk Mencintai Diri ini.

***

Oleh: Desprima Waldiyanti - Klaten

Perkenalkan saya seorang ibu rumah tangga dengan pendidikan yang cukup tinggi yaitu magister (S2). Saat itu saya dan suami sepakat tidak menggunakan jasa asisten rumah tangga untuk mengasuh kedua buah hati kami yang masih balita karna jarak usia anak kami yang tergolong cukup dekat, yaitu selisih dua tahun. Dengan demikian secara otomatis, saya tidak bekerja.

Mengasuh anak, mengurus pekerjaan rumah, dan sebagainya menjadi rutinitas saya setiap harinya. Pernah merasakan lelahnya kuliah, bekerja, sampai bekerja sambil nyambi kuliah rasanya masih kurang dibandingkan lelahnya menjadi ibu rumah tangga. Meskipun banyak orang yang memandang sebelah mata profesi menjadi ibu rumah tangga ini.

Padahal dengan menjadi ibu rumah tangga kita dituntut multitasking, harus bisa apa saja dalam waktu yang sama. Pekerjaan banyak tapi hasilnya sering kali tidak terlihat. Butuh waktu bagi saya untuk bisa menyesuaikan diri dengan keadaan ini, terutama karena kami tinggal merantau jauh dari orangtua dan keluarga.

Ada perasaan sedih dan malu saat ditanya sekarang kerja di mana, ataupun nyinyiran masa S2 cuma jadi ibu rumah tangga sering saya terima, tapi itu dulu. Sekitar beberapa bulan saya akhirnya berhasil menyesuaikan diri dengan keadaan. Menikmati peran sebagai istri dan ibu dengan setiap prosesnya.

 

Menjalani Peran sebagai Ibu Rumah Tangga

menjadi ibu rumah tangga penuh
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Dragon+Images

Tentunya kembali lagi ke niat awal, semua demi kebaikan terutama anak-anak dan keluarga, dan saya menikmatinya sebagai ibadah karena rezeki pasti ada saja meskipun saya belum bekerja. Selain itu, bisa melihat pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, menemani mereka main, belajar, dan sebagainya setiap harinya adalah sesuatu yang patut saya syukuri.

Karena tidak semua wanita memiliki kesempatan yang sama seperti saya. Bagi saya mencintai diri sendiri sebagai kunci bahagia itu sangat penting. Karena saat kita berdamai dengan hati dan keadaan diri, maka kita akan merasakan kebahagiaan yang mungkin tidak didapatkan orang lain.

Meskipun rasa jenuh kadang juga datang, hal itu sangat manusiawi. Kembali ke niat awal dan selalu menjaga mood agar tetap bahagia. Karena jika seorang ibu bahagia maka seisi rumah akan bahagia.

***

Sudah siap untuk hadir di acara FIMELA FEST 2019? Pilih kelas inspiratifnya di sini.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓