Untuk Pulih dari Hinaan Fisik, Butuh Proses yang Cukup Panjang

Endah Wijayanti02 Nov 2019, 10:35 WIB
mengidap bulimia

Fimela.com, Jakarta Masing-masing dari kita memiliki cara dan perjuangan sendiri dalam usaha untuk mencintai diri sendiri. Kita pun memiliki sudut pandang sendiri mengenai definisi dari mencintai diri sendiri sebagai proses untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Seperti tulisan yang dikirim Sahabat Fimela untuk Lomba My Self-Love Matters: Berbagi Cerita untuk Mencintai Diri ini.

***

Oleh: Dian Winata - Surabaya

Mencintai diri sendiri adalah salah satu bentuk penerimaan diri yang seharusnya dilakukan oleh semua orang. Cintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain. Tetapi buat saya yang semasa sekolah sudah pernah merasakan yang namanya bullying bukanlah hal mudah untuk mencintai diri sendiri.

Saya sekarang sudah berusia 28 tahun dan mengalami bulimia nervosa selama hampir 5 tahun belakang ini. Saya tahu bahwa bulimia tidak baik dilakukan tetapi itu sudah menjadi sebuah kebiasaan yang sering saya lakukan.

Bulimia adalah efek jangka panjang dari bullying yang pernah saya alami semasa SMA. Dulu, saya hampir setiap hari di-bully oleh siswa di sekolah saya, diejek, dihina gendut dan masih banyak lagi. Itu membekas selalu di hati saya sampai detik ini. Saya sempat membenci mereka semua, membenci keluarga saya sendiri karena mereka tidak bisa menerima saya yang seperti ini adanya. Bahkan saya pernah menghina diri sendiri kenapa saya harus terlahir seperti ini, kenapa saya harus terlahir dari keluarga seperti ini. Kenapa Tuhan?

Saya sering kali mempertanyakan itu kepada Tuhan? Kenapa Tuhan? Kenapa?

Lambat laun saya menyadari bahwa untuk mengubah semua itu, saya harus mulai dengan belajar mencintai diri saya sendiri. Mencintai diri sendiri mungkin akan membuat saya merasa lebih baik. Ketika orang lain tidak menyukai penampilan saya yang seperti ini, but I am okay. I love myself and I don’t need their acceptance.

Mencintai diri sendiri buat saya juga perjuangan yang tidak mudah. Lingkungan internal ataupun eksternal tidak pernah mendukung saya membuat perjuangan itu semakin luar biasa berat. I have no one to fight with. Saya berjuang sendiri sampai detik ini untuk belajar mencintai diri sendiri. Membaca buku, artikel, menulis, dan menonton video tentang self-acceptance. Tidak mudah memang, saya masih banyak belajar dan berusaha untuk menerima siapa saya seutuhnya. Baik ataupun buruk, saya berjanji untuk menerima dan mencintanya.

 

Dua Hal Penting

mencintai diri sendiri
ilustrasi./Photo by Raychan on Unsplash

Dari berbagai hal yang pernah saya coba untuk mencintai diri sendiri, ada dua hal yang paling menentukan itu akan berhasil atau tidak.

Pertama, niat dari dalam diri. Tanpa adanya niat yang benar-benar tulus dari kita sendiri untuk berubah, apapun yang diusahakan pasti akan gagal. Tidak akan ada cara yang paling tepat untuk mencintai diri sendiri, sebelum kita mengumpulkan niat yang atas kemauan kita sendiri.

Kedua, intimacy with our God. Dalam agama dan kepercayaan apa pun, hubungan yang baik dengan Tuhan adalah faktor utama dan paling penting untuk memulai perjalanan self-love ini. Terlebih buat saya pribadi, ketika saya tahu bahwa Tuhan mencintai saya dan saya berharga di mata-Nya, ada sebuah perasaan suka cita yang luar biasa. Perasaan diterima dan dicintai yang belum pernah saya rasakan. Begitu besar kasih Tuhan hingga saya bisa ada sampai hari ini. Saya bisa menjalani ini semua juga karena anugerah Tuhan. Kenapa saya harus memikirkan apa yang orang lain katakan tentang diri saya, ketika saya punya Tuhan yang luar biasa mencintai saya?

Saya pribadi merasa bahagia dan bersyukur ketika saya bisa perlahan memulai mencintai diri sendiri. Memaafkan diri sendiri dan berkata that's okay, I am okay. Menjalani hidup jauh lebih indah dan mudah ketika saya bisa mengampuni diri sendiri dan berdamai dengannya.

Dan tanpa terkecuali, saya dan Anda, kita semua berhak untuk bahagia. Kunci awal kebahagiaan adalah mencintai dan berdamai dengan diri sendiri. Kita tidak bisa mengejar kebahagiaan dari luar ataupun orang lain, kalau kita belum bisa mencintai diri sendiri.

So, let’s forgive ourselves and spread love, girls!

You deserve to be happy.

Yes, you.

All of you who read this!

-JJR-

***

Sudah siap untuk hadir di acara FIMELA FEST 2019? Pilih kelas inspiratifnya di sini.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓