Ayah adalah Cinta Pertama bagi Anak Perempuannya

Endah Wijayanti11 Nov 2019, 12:45 WIB
anak perempuan cinta pertama ayah

Fimela.com, Jakarta Memiliki sosok pahlawan yang sangat berjasa dalam hidupmu? Punya pengalaman titik balik dalam hidup yang dipengaruhi oleh seseorang? Masing-masing dari kita pasti punya pengalaman tak terlupakan tentang pengaruh seseorang dalam hidup kita. Seperti pengalaman Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba My Hero, My Inspiration ini.

***

Oleh: Zeni Oktav - Tuban

Ayah adalah cinta pertama bagi anak perempuannya dan dia juga pria satu-satunya di dunia ini yang tak akan pernah tega menyakiti anak perempuannya. Melalui sosok ayah tentunya seorang anak perempuan mampu mengembangkan kemampuan hidupnya untuk terus belajar dan berusaha. Kerja keras yang dilakukan oleh ayah untuk keluarganya dapat memberikan motivasi bagi anak perempuannya agar bisa menjadi perempuan mandiri.

Peran ayah di dalam keluarga bagiku sungguh begitu besar, selain sebagai tulang punggung ia juga menjadi contoh bagi istri dan anaknya dalam menjalani kehidupan ini. Tanggung jawab yang diemban beliau begitu berat untuk memastikan setiap kebutuhan anggota keluarganya dapat terpenuhi.

Hidup dalam keluarga besar dengan jumlah enam anak semakin membuat ayahku semangat dalam bekerja, mengingat beliau adalah tulang punggung di keluarga kami. Bagi ayah ketika banyak anak maka rezeki yang menghampiri juga semakin banyak selama terus berusaha dan berdoa. Bekerja sebagai sopir truk dengan risiko yang begitu tinggi tidak menyurutkan langkah ayah untuk tetap terus menghidupi anak istrinya. Bahkan ketika kami semua masih kecil, keberadaan ayah lebih banyak dihabiskan untuk bekerja mengantarkan barang ke luar kota. Saat sedang mengantar barang ke luar kota, aku selalu ikut menemani ayah jikalau bertepatan dengan libur sekolah.

 

Menjadi Anak yang Membanggakan Ayah

kepribadian
ilustrasi./Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash

Salah satu peristiwa yang begitu membekas di hidupku hingga saat ini ketika menemani ayah bekerja adalah kecelakaan yang hampir menimpa kami sewaktu dalam perjalanan mengantar barang ke luar kota, beruntungnya Allah masih memberi keselamatan kepada kami. Semenjak kejadian itu aku menyadari bahwa pekerjaan yang dilakukan ayahku selama ini begitu berat. Aku mulai berjanji pada diriku sendiri untuk terus berusaha membuat ayahku bangga terhadapku karena aku juga merasa punya tanggung jawab yang besar untuk bisa membahagiakan orang tuaku sebagaimana mereka membahagiakan anak-anaknya.

Kondisi ekonomi yang serba seadanya tidak menyurutkan keinginan ayahku untuk tetap memperjuangkan pendidikan anaknya hingga ke jenjang sarjana, karena bagi beliau kehidupan anak-anaknya harus lebih baik darinya. Karakter pekerja keras yang dimiliki ayah telah membuatku menjadi perempuan yang mandiri dan lebih bertanggung jawab terhadap diriku sendiri. Hal ini terbukti ketika aku berada di luar kota menjadi perantau saat masa kuliah ataupun setelah mendapatkan pekerjaan pertamaku. Hidup jauh dari keluarga membuatku harus pandai untuk mengontrol diri dan belajar untuk tetap kuat menjalani kehidupan seorang diri.

Peran ayah di hidupku sungguh sangat berarti karena dari beliau aku bisa belajar arti berjuang dalam hidup. Ayah juga menjadi motivasiku untuk tetap terus berusaha menjadi orang yang sukses agar membuatnya bangga. Meskipun aku sadar sesukses apapun kami nanti dan sebanyak apapun hasil yang kami berikan kepadamu, tetap tidak akan pernah bisa membalas semua jasamu di hidup kami. Terima kasih banyak untuk beliau yang telah membuatku menjadi perempuan tangguh selayaknya karakter yang telah ayah miliki.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓