Diet Intermittent Fasting Bukan untuk Turunkan Berat Badan, Benarkah?

Karla Farhana18 Nov 2019, 12:00 WIB
[Fimela] Ilustrasi Diet

Fimela.com, Jakarta Begitu banyak jenis diet yang kini menjadi tren di kalangan milenial. Salah satunya, intermittent fasting atau diet puasa. Kabarnya, diet ini sangat membantu proses penurunan berat badan dengan lebih cepat. Sebenarnya, diet jenis ini bukan baru-baru ini muncul ke permukaan. 

Intermittent fasting bahkan sudah ada sejak lama. Women's Health Magazine menulis, diet ini memiliki jendela makan beragam, mulai dari 8, 6, dan 4 jam. Biasanya orang akan berpuasa (hanya minum air putih) selama 16 jam sebelum akhirnya makan selama 8 jam. 

Bukan hanya milenial saja yang mengikuti diet ini, tetapi juga banyak artis Hollywood seperti Jennifer Aniston. Meski banyak kisah sukses yang mengaku diet ini sangat cepat menurunkan berat badan, namun ternyata diet ini hanya untuk kesehatan saja dan tidak cocok untuk menurunkan berat badan. 

Fungsi Diet Intermittent Fasting

[Fimela] Diet
Ilustrasi diet sehat | unsplash.com/@the_modern_life_mrs

Jillian Michaels yang kerap membagikan tips diet dan hidup sehat serta proses penurunan berat badan dengan cara yang sehat di Instagram mengatakan kepada Women's Health Magazine kalau diet ini bukan untuk diet lansing. Tetapi, lebih kepada peningkatan kesehatan tubuh. 

"Diet ini baik untuk meningkatkan imunitas tubuh, juga untuk membuatmu lebih awet muda dan umur panjang. Tetapi bukan untuk diet langsing," jelasnya. 

menurutnya, diet ini tidak baik untuk menurunkan berat badan, karena dalam diet ini, jumlah makanan yang kamu konsumsi sebenarnya sama saja ketika tidak menjalani diet. Padahal, untuk bisa menurunkan berat badan, menurutnya, kamu harus mengurangi kalori yang masuk ke dalam tubuh dan membakarnya lebih banyak dengan berolahraga dan konsumsi serat lebih banyak. 

#Growfearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓