Waspadai Depresi dengan Tiga Tanda Gejala Ini

Vinsensia Dianawanti19 Nov 2019, 08:30 WIB
Depresi

Fimela.com, Jakarta Depresi bisa menimpa siapa saja tanpa terkecuali. Banyak faktor yang mengakibatkan terjadinya depresi. Mulai dari pola makan, tekanan psikis, hingga tekanan fisik.

Terjadinya depresi ini jarang disadari oleh orang yang mengalaminya. Gejala depresi bisa dikenali berdasarkan psikologis, fisik, hingga interaksi sosial. Tidak melulu terlihat sedih, depresi juga bisa ditunjukkan dengan adanya kesulitan tidur, perubahan pola makan, hingga gangguan sosial.

Seperti apa gejala dari depresi itu sendiri? Simak informasinya berikut ini berdasarkan siaran tertulis dari Alodokter yang diterima Fimela.

1. Gejala psikologis

Umumnya, depresi dapaat dikenali dengan adanya perubahan psikologi seseorang. Ada beberapa jenis perasaan yang umumnya dirasakan oleh mereka yang depresi. Seperti perasaan sedih yang mendalam, cemas dan khawatir terus menerus, kehilangan minat dan motivasi hidup, menyalahkan diri sendiri atas masalah atau kejadian yang dihadapi, putus asa, merasa rendah diri, dan pesimis berkepanjangan. Pada tingkat yang lebih serius, orang yang depresi memiliki kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri hingga bunuh diri.

2. Gejala fisik

Selain psikis atau perasaan, depresi juga bisa ditunjukkan dengan adanya gejala fisik. Meliputi perubaha nafsu makan berupa peningkatan atau penurunan yang memengaruhi berat badan, mengalami gangguan tidur, bergerak atau berbicara lebih lambat, merasa sakit yang entah di bagian mana, perubahan siklus menstruasi, mudah lelah, dan sering mengalami masalah pencernaan.

 

3. Gejala sosial

Depresi
Ilustrasi depresi (iStockphoto/AntonioGuillem)

Gejala depresi pun bisa dikenali dari cara seseorang melakukan interaksi sosial. Seperti mengalami kesulitan menjalin hubungan dengan lingkungan sekitar, menyendiri, menghindari kontak sosial, mengalami kesulitan menyelesaikan pekerjaan, mudah marah dan tersinggung, hingga tidak peduli pada hobi.

Perlu diketahui bahwa depresi tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, anak-anak dan remaja juga bisa mengalami depresi. Diperlukan penanganan yang tepat untuk mengatasi depresi. Mulai dari psikoterapi hingga obat-obatan berdasarkan anjuran dokter. Tergantung pada jenis depresi yang dialami. Sehingga disarankan untuk berkonsultasi ke dokter untuk menentukan jenis penanganan yang tepat.

Simak video berikut ini

#GrowFearless with Fimela

Lanjutkan Membaca ↓