Tak Hanya Memberi Kebahagiaan, Kehadirannya Menanamkan Nilai Kehidupan

Endah Wijayanti24 Nov 2019, 11:15 WIB
bertemu dengan teman

Fimela.com, Jakarta Memiliki sosok pahlawan yang sangat berjasa dalam hidupmu? Punya pengalaman titik balik dalam hidup yang dipengaruhi oleh seseorang? Masing-masing dari kita pasti punya pengalaman tak terlupakan tentang pengaruh seseorang dalam hidup kita. Seperti pengalaman Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba My Hero, My Inspiration ini.

***

Oleh: Claudia A. - Jakarta

“Aku hanya sekali pernah mengucapkan terima kasih, sebelum dia pergi dan menjadi hal yang paling kusesali hingga saat ini.”

Aku membayangkan kembali hari pertama bertemu dengan dia, kesan pertamaku melihatnya begitu bahagia. “Akhirnya aku punya teman main lagi," begitu pikirku. Panggilannya Nata, badannya yang begitu tinggi dan langsing, sangat cekatan dan selalu sigap membantuku kapan saja. Dia adalah asisten rumah tangga yang baru di rumahku.

Dia sangat perhatian dan peka terhadap hal-hal kecil. Dia menyadari bahwa aku orang yang ceroboh, sehingga setiap pagi dia selalu mengingatkan benda apa saja yang perlu ku bawa ke sekolah. Jika melihat wajahnya, pasti akan terasa aura kesabaran yang luar biasa, tapi di baliknya dia orang yang cukup tegas. Dia tidak segan menegurku yang kurang disiplin ini, berkali-kali aku selalu diingatkan untuk lebih merawat dan memperhatikan barang-barang di sekitarku.

Mudah untuk menyesuaikan dengan kepribadiannya yang luwes dan lawak, dia punya selera humor yang tinggi. Bila melihatnya tertawa, seisi rumah bisa tertular oleh tawanya. Dia juga sama seperti perempuan lainnya, sama-sama suka sinetron! Dia mampu mengerjakan pekerjaan rumah dengan kecepatan tinggi agar bisa menonton sinetron kesayangannya setiap pukul 7 malam, tidak lupa setelahnya ia akan memberikanku petuah-petuah kehidupan dari sinetron yang ia tonton.

 

 

Kehadirannya Memberi Makna

teman curhat
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Semuanya begitu membahagiakan sampai akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke kota asalnya. Berbagai fase kehidupan sudah kulewati dengannya, dari aku yang masih lugu sampai jadi tak tahu malu, hingga akhirnya dia kembali untuk bersama orangtuanya. Awalnya tidak terasa apa-apa, seperti perpisahan yang pasti akan terjadi, aku menjalani hari-hariku seperti biasa sampai aku menyadari, aku melewatkan sesuatu yang begitu berharga dalam hidupku.

Perlu waktu yang tidak sebentar untuk menyadari keberadaannya yang begitu berpengaruh dalam hidupku. Begitu banyak yang bergantian mengambil alih posisinya. Namun, tak ada yang mampu melakukannya seperti dia. Dia yang mampu mengubah seorang anak yang manja menjadi mandiri. Setiap harinya tanpa aku sadari, dia bukan hanya memberi kebahagiaan, pelan-pelan ia sudah menanamkan nilai kehidupan. Aku yang ternyata telah begitu bergantung padanya, perlahan meraskan kehilangan yang mendalam.

Andaikan waktu dapat berputar kembali, ingin aku saat pertama kali menjabat tangannya berulang kali berterima kasih untuk semua yang telah ia lakukan untuk aku dan keluargaku. Berharap dia dapat menemukan kebahagiaan yang lebih setelah kembali ke tempat asalnya dan ternyata doaku dijawab. Sesekali aku bertanya mengenai kabarnya yang kini telah hidup dengan baik di kota asalnya. Begitu bahagia hanya dengan mendengar suaranya yang sudah lama kurindukan. Dia yang sudah kuanggap sebagai kakak sendiri, Nata, bukan asisten rumah tangga biasa.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓