Studi Membuktikan, Penyuka BDSM Punya Kepribadian dan Mental yang Baik

Febi Anindya Kirana21 Nov 2019, 20:08 WIB
intim perempuan

Fimela.com, Jakarta Banyak orang mungkin mengetahui hubungan intim yang kasar dari film. Orang mungkin juga akan berpikir, benarkah ada orang-orang yang menyukai preferensi seksual seperti itu? Jawabannya, memang ada, dan hal ini sebenarnya tidak terlalu tabu untuk diketahui.

Bahkan banyak penelitian mengangkat topik tentang hubungan seksual kasar semacam BDSM untuk mengetahui banyak hal, terutama terkait psikologis atau kesehatan mental. Nyatanya, para penyuka hubungan seksual kinky BDSM adalah orang-orang yang 'cukup normal'.

Penelitian tahun 2013 yang diterbitkan dalam PubMed Central Journal of Sexual Medicine menemukan bahwa baik pelaku hubungan seksual BDSM dominan maupun submisif memiliki karakter mental 

Seperti ini:

hubungan seksual
ilustrasi intim penutup mata dan borgol/copyright By YAKOBCHUK VIACHESLAV from Shutterstock
  • tidak mudah tersinggung
  • lebih ekstrovert
  • terbuka pada pengalaman baru
  • teliti dan jeli
  • tidak mudah kecewa dengan penolakan.

Lebih lanjut, penelitian yang dilakukan di Department of Clinical Psychology, Tilburg University ini menyebutkan bahwa orang yang menyukai hubungan seksual kinky ini juga lebih percaya diri dan sejahtera dalam menjalani hidup.

Jadi, BDSM tidak selalu mengerikan seperti yang kita bayangkan. Sayangnya BDSM secara dangkal lebih sering dianggap sebagai pelecehan dan tindak kekerasan, padahal tidak sepenuhnya benar.

Meski demikian, bercinta seperti ini juga perlu kesepakatan kedua belah pihak dalam sebuah hubungan agar tetap dalam batasan yang wajar.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓