Ngulik Rasa, Kompetisi Kreasi Makanan Fusion Khas Indonesia

Vinsensia Dianawanti22 Nov 2019, 09:00 WIB
Ngulik Rasa, Kompetisi Kreasi Makanan Fusion Khas Indonesia

Fimela.com, Jakarta Industri kuliner Indonesia terus berkembang dengan hadirnya berbagai jenis makanan. Membuat variasi makanan semakin kaya yang kini banyak digemari oleh para milenial. Di antara menjamurnya variasi makanan yang ada, makanan seperti sate, soto, dan nasi goreng, masih begitu melekat di lidah milenial.

Untuk membangkitkan kreativitias pebisnis kuliner Indonesia, akhirnya Unilever Food Solutions menggelar kompetisi yang bertajuk "Ngulik Rasa". Kompetisi ini menantang para pelaku di industri kuliner untuk menciptakan kreasi dengan sentuhan fusion pada makanan tradisional.

Riset Unilever Food Solutions menyebut bahwa era globalisasi membuat milenial terpapar dengan banyak hal baru, termasuk dalam hal kuliner. Salah satunya fushion food yang menjadi salah satu tren kuliner. Dengan hadirnya tren ini, pelaku industri kuliner dituntut untuk berinovasi dalam menghadirkan makanan unik yang memikat para milenial.

"Ngulik Rasa jadi aspirasi tren di kalangan milenial dalam proses dan konsumsi kuliner. Memberikan tantangan para pelaku kuliner untuk bertransformasi memenuhi target milenial. Tidak hanya rasa kualitas tapi juga experience. Yang dinilai adalah keberanian menguji kreativitas dari masakan tradisional digabung dengan masakan dari budaya lain,  penyajiannya inovasi unik, tidak hanya penyajian dan keberanian tapi juga rasa," ungkap Joy Tarigan selaku Managing Director Unilever Food Solutions.

 

Dipilih tiga pemenang untuk tiga kategori

Ngulik Rasa, Kompetisi Kreasi Makanan Fusion Khas Indonesia
Unilever Food Solutions menghadirkan kompetisi Ngulik Rasa untuk hadirkan kreasi fusion food khas Indonesia (Foto: UFS)

Sate, soto, dan nasi goreng dipilih menjadi kategori makanan tradisional yang dikompetisikan di Ngulik Rasa. Menurut Joy Tarigan, ketiga kuliner ini sangat dikenal dari ujung timur hingga ujung barat Indonesia. Sehingga sudah sangat familiar di lidah orang Indonesia, hanya perlu sedikit sentuhan fusion untuk menjadikannya lebih kaya rasa.

Sebanyak 3000 pendaftar mengikuti kompetisi. Melalui proses kurasi yang dilakukan oleh sejumlah chef, akhirnya terpilih tiga pemenang untuk masing-masing kategori. Mereka adalah Eka asal Lamongan, Jawa Timur yang menghadirkan kreasi Soto Seafood Lamongan Koya Telur Asin, Fabian Budi Septuro asal Sleman, Yogyakarta yang menghadirkan kreasi Sate Kanak, dan Gozali asal Balikpapan, Kalimantan Timur yang menghadirkan Nasi Goreng Borneo.

 

Bukan cuma menggabungkan rasa tapi juga teknik

Ngulik Rasa, Kompetisi Kreasi Makanan Fusion Khas Indonesia
Unilever Food Solutions menghadirkan kompetisi Ngulik Rasa untuk hadirkan kreasi fusion food khas Indonesia (Foto: UFS)

Dari pemenang yang terpilih ini, menurut Chef Yuda Bustara, masing-masing memiliki keunikan dari segi rasa, penyajian, dan teknik yang digunakan. Sentuhan fusion yang diberikan tidak melulu soal penggabungan rasa dan budaya, namun juga bisa menggunakan teknik yang modern.

Seperti nasi goreng Borneo yang menggunakan teknik molecular gastronomi dalam pembuatan sambalnya. Sehingga sambal yang dihasilkan bukanlah dalam bentuk cair seperti yang dilihat pada umumnya, melainkan dalam bentuk seperti mutiara.

Lebih lanjut Chef Yuda menuturkan bahwa bisnis kuliner akan terus berjalan selama orang masih membutuhkan makanan. Sehingga penting untuk terus eksplorasi rasa dan bahan untuk menciptakan kreasi masakan yang unik. Terlebih, milenial yang cenderung mudah bosan sehingga dibutuhkan inovasi terus menerus yang hadir di industri kuliner.

Simak video berikut ini

#GrowFearless with Fimela

Lanjutkan Membaca ↓