5 Langkah Awal jadi Pengusaha Perempuan, Siap Rugi Sebelum Untung

Fimela Editor05 Des 2019, 20:00 WIB
Pengusaha Perempuan

Fimela.com, Jakarta Pengusaha perempuan memiliki peluang besar untuk berkembang di Indonesia yang menempati posisi ke-30 sebagai negara yang memberi kesempatan bagi women entrepreneur. Kebanyakan perempuan menjadi pengusaha di Indonesia dengan alasan menjalani usaha karena desakan kebutuhan.

Pengusaha perempuan biasanya berwirausaha pada sektor informal, berskala kecil dan dalam bentuk bekerja untuk diri sendiri. Banyak perempuan yang memulai bisnis karena terinspirasi oleh lingkungan sekitarnya terutama sosial media.

Melansir dari Glamour.com, Founder Fiscal Femme Feinstein Gerstley menguraikan cara bagaimana mengubah ide-idemu menjadi peluang bisnis yang besar.

Kalkulasi biaya yang dibutuhkan

Ilustrasi pengusaha perempuan
Ilustrasi pengusaha perempuan (Photo by Kobu Agency on Unsplash)

Saat kamu keluar dari pekerjaan untuk memulai bisnis sendiri, sangat penting untuk mengetahui biaya yang dibutuhkan. Itu berarti mengetahui dengan pasti berapa biaya pribadi dan bisnis setiap bulan juga setiap tahun.

Saat merencanakan, cobalah untuk memasukkan hal-hal yang minor atau jarang terjadi, seperti langganan tahunan, janji dokter, kebutuhan perjalanan, dan lain-lain. Kamu dapat menggunakan spreadsheet penganggaran untuk membantu mempermudah proses penghitungan dan pendataan biaya.

Menggambarkan penghasilan masa depan

“Saat saya resign untuk menjalani Fiskal Femme, awal berbisnis tidakmenguntungkan. Jadi sangat penting untuk mengetahui berapa pengeluaran yang harus saya tabung untuk dapat tetap bertahan jika bisnis belum menghasilkan uang,” jelas Gerstley.

Dengan menggambarkan penghasilan masa depan, kamu dapat melihat pendapatan dari waktu ke waktu sehingga keuangan lebih terorganisir dari sisi pemasukkan dan pengeluarannya. Angka ini akan terus berubah, jadi kamu harus perbarui data secara berkala.

Buatlah “project freedom” versimu sendiri

Kamu dapat mengikuti cara Gerstley dengan membuat spreadsheetnya sendiri yang disebut “Project Freedom”. Dari sini kamu dapat melacak semua pendapatan dan pengeluaran yang dipunya dan yang paling penting, kamu juga dapat melacak total tabunganmu.

Misalnya, setiap kali kamu mendapat uang, kamu dapat menambahkannya ke total pada spreadsheet. “Salah satu hal favorit saya untuk dilacak adalah keuangan, atau berapa lama saya bisa mendanai bisnis dan kehidupan pribadi jika pengeluaran saya tetap sama. Saya menghitung ini dengan membagi total tabungan dengan defisit bisnis dan laba pribadi serta berapa banyak uang yang habis setiap bulan,” tambah Gerstley.

Adakan “money parties” mingguan dan bulanan

Penting untuk menjaga angka-angka ini tetap relevan dengan melacak dan memperbaruinya secara teratur. Money parties dapat dilakukan setiap minggu untuk melacak pendapatan dan pengeluaran mingguan kamu, sedangkan money parties yang lebih besar dilakukan setiap bulan untuk melakukan penyesuaian terhadap rencana masa depan.

Kamu dapat menjadikan hal ini menyenangkan. Nikmati secangkir teh, menyalakan lilin, atau mendengarkan musik. Anggaplah kamu sedang memberikan hadiah pada diri sendiri atas project yang sudah selesai.

Jangan lupa tentang pajak

Salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan pengusaha pemula adalah lupa menyisihkan uang untuk pajak. Kita terbiasa mendapatkan gaji dengan pajak-pajak yang sudah dikeluarkan, jadi ketika kita membayar pajak sebagai pengusaha, mungkin akan berhutang banyak pada IRS.

Kamu disarankan membuka rekening tabungan online terpisah dan menamakannya "dana pajak". Kamu dapat menyisihkan persentase dari setiap cek yang dihasilkan atau persentase dari keuntungan setiap bulan, tetapi masukkanlah ke dalam dana pajak sehingga uang itu ada di sana saat waktunya membayar pajak.

(Rafinda Eki Puspitasari) 

Simak Video Menarik Berikut

#GrowFearless with FIMELA 

Lanjutkan Membaca ↓