Merasakan Pengalaman Multisensory pada Penyandang Gangguan Penglihatan

Vinsensia Dianawanti06 Des 2019, 14:30 WIB
Diperbarui 06 Des 2019, 14:30 WIB
Merasakan Pengalaman Multisensory Pada Penyandang Gangguan Penglihatan

Fimela.com, Jakarta Penglihatan menjadi satu dari lima indera penting dalam tubuh kita. Namun, tidak semua orang dianugerahi penglihatan yang normal. Banyak di antara kita yang memiliki penglihatan kurang atau low vision hingga kebutaan total. Untuk memahami bagaimana mereka yang menyandang gangguan penglihatan ini dalam beraktivitas, EyeStandbyU menggelar Multisensory Workshop di Museum Macan, Jakarta pada 6-7 Desember 2019.

Dengan memiliki gangguan penglihatan, otomatis indera yang lain akan bekerja lebih sensitif. Sehingga mereka sebagai penyandang gangguan penglihatan memiliki produktivitasnya dengan cara yang berbeda. Hal inilah yang perlu dipahami oleh masyarakat pada umumnya melalui instalasi ini.

"Kita juga ingin supaya orang bisa lebih aware dan mendeteksi adanya gangguan penglihatan sejak awal. Makanya mengundang bapak-bapak dan ibu-ibu untuk mereka bisa lebih aware terhadap gangguan penglihatan pada anak-anak. Terkadang mereka tidak menyadari adanya gangguan penglihatan karena mereka tidak pernah merasakan," ungkap Lucas Suryanata selaku Head of External Communications Corporation Affairs Standard Chartered.

Sebelum memasuki area instalasi, kamu akan diberikan dua kacamata simulasi dengan jenis full blind dan tunnel vision. Kedua kacamata ini mewakili kondisi para penyandang gangguan penglihatan ketika melihat. Dengan kacamata full blind, kamu tidak akan bisa melihat apapun. Sementara dengan tunnel vision, kamu masih bisa melihat dengan satu titik fokus.

 

Terdiri dari 3 instalasi

Merasakan Pengalaman Multisensory Pada Penyandang Gangguan Penglihatan
Sebuah instalasi dibuat bagi masyarakat untuk merasakan bagaimana para penyandangan gangguan penglihatan menggunakan multisensory (Foto: Standard Chartered)

Selama menjelajahi instalasi, kamu akan ditemani oleh seorang usher yang bertugas mengarahkan kamu ketika berjalan. Area pertama yang akan dimasuki adalah Touch & Remember. Di sini kamu akan diminta menggunakan indra kinetik atau gerak untuk menebak objek yang disentuh.

Setelah selesai, usher akan mengarahkan kamu untuk berjalan melewati sebuah lorong kecil yang menuju ke area kedua. Di area kedua disebut sebagai Hear & Imagine, di mana kamu akan diajak menggunakna indera pendengaran secara maksimal.

Usher akan memasangkan headphone untuk kemudian dapat kamu identifikasi suara apa yang kamu dengar. Mulai dari pasar apung, suara lapangan terbang, suara mobil, dan masih banyak lagi. Simulasi ini sendiri memungkinkan kamu merasakan sensasi seolah-olah sedang berada di sebuah tempat.

 

Diajak refleksi dengan penyandang gangguan penglihatan

Merasakan Pengalaman Multisensory Pada Penyandang Gangguan Penglihatan
Sebuah instalasi dibuat bagi masyarakat untuk merasakan bagaimana para penyandangan gangguan penglihatan menggunakan multisensory (Foto: Standard Chartered)

Kembali usher akan menuntun kamu ke area terakhir yang disebut Remember & Rewind. Ketika memasuki ruangan ini, kacamata simulasi sudah bisa dilepas dan kamu akan bertemu dengan penyandang gangguan penglihatan. Kamu akan diminta menceritakan pengalaman secara merasakan dan pengalaman dari beberapa instalasi yang telah dikunjungi Selain itu, dilakukan refleksi diri dan berbagi cerita dengan para penyandang gangguan penglihatan selama menjalani aktivitasnya sehari-hari.

Selalu sesi berbagi ini, kita tidak hanya sekadar mengetahui cerita para penyadang gangguan penglihatan dalam melakukan aktivitasnya. Namun juga sekaligus menambah kesadaran akan berbagai gejala gangguan penglihatan yang diterjadi pada orang terdekat. Sehingga bisa dilakukan langkah lebih awal untuk mengatasi adanya gangguan tersebut.

Simak video berikut ini

#GrowFearless with Fimela

Lanjutkan Membaca ↓