Bersama Mama, Aku Ingin Terus Mengukir Momen Indah

Endah Wijayanti09 Des 2019, 11:45 WIB
menjalani usia 20an

Fimela.com, Jakarta Punya momen yang tak terlupakan bersama ibu? Memiliki sosok ibu yang inspiratif dan memberi berbagai pengalaman berharga dalam hidup? Seorang ibu merupakan orang yang paling berjasa dan istimewa dalam hidup kita. Kita semua pasti memiliki kisah yang tak terlupakan dan paling berkesan bersama ibu. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam lomba dengan tema My Moment with Mom ini.

***

Oleh: Seffrin Dha - Bogor

Waktu begitu cepat berlalu, 22 tahun silam, wanita yang kupanggil mamah itu sudah berjuang demi aku bisa melihat dunia yang luas nan indah ini. Sebenarnya semasa kecil aku tak terlalu dekat dengannya. Iya, dulu aku lebih dekat dengan nenek. Ke mana pun nenek pergi, aku selalu menangisinya. Saat mamah yang pergi? Aku cuek dan bodo amat. Dan aku juga tak pernah tidur bareng mamah, ke mana-mana jarang sama mamah. Sampai dijuluki sebagai “anak nenek”.

Tapi sekarang, semua sudah berubah. Mungkin karena sejak aku memasuki sekolah dasar (SD) kami pindah rumah, waktu bersama nenek semakin berkurang, dan aku lebih banyak waktu bersama mamah. Kami lebih sering menghabiskan waktu dan melewati berbagai momen bersama, entah itu momen yang sedih, menyakitkan, kecewa, sampai bahagia. Kian bertambahnya usiaku, aku semakin tak mau jauh-jauh dari mamah.

Makanya, tak jarang aku menyempatkan diri untuk pergi sama mamah. Mulai dari lari pagi berdua, ke pasar berdua, dan ketika aku atau mamah belanja, kami selalu bersama-sama, meskipun dengan jarak yang dekat sekalipun. Tapi, aku kerap merasa sedih, jika ada orang yang melihat kami bersama. Karena, mereka pasti selalu bilang, “Kak, kan sudah besar kok ke mana-mana harus sama mamahnya terus sih? Memang nggak bisa sendiri?” atau, “Ke mini market aja harus sama mamah, kayak anak kecil aja deh.”

 

Mama Membantuku Jadi Pribadi yang Tegar

Katanya Cinta Ibu, Pernah Terpikir Kado Hari Ibu yang Tidak Biasa?
©Shutterstock

Rasanya aku ingin sekali menutup mulut mereka, tapi lagi-lagi mamah berhasil menahanku. Menutup telingaku rapat-rapat, agar aku tidak terpancing akan perkataan mereka. Andai orang-orang itu tahu, kalau aku punya alasan. Aku bisa saja ke mana pun sendiri, tanpa mamah tapi aku tak mau. Sebab, aku takut, jika perjalananku bersamanya menjadi yang terakhir. Aku takut tak bisa mengukir momen indah bersamanya lagi.

Terlebih, usia kami yang semakin bertambah. Entah nanti ada seseorang yang meminangku, aku tak mungkin bisa selalu meluangkan waktuku lebih lama. Atau ketika aku pun mamah harus kembali pulang ke pangkuan Sang Pencipta. Tak ada lagi waktu berharga yang kami miliki. Itulah alasanku selalu ingin dekat dengan mamah. Aku tak peduli orang lain mau berbicara apa. Yang terpenting, aku bisa membahagiakannya, sampai raga tak mampu bergerak dan kata tak bisa lagi terucap.

Mah, begitu banyak momen yang kita ciptakan. Aku harap momen itu tak berhenti sampai di sini saja. Aku bukan anak yang sweet, yang bisa mengungkapkan rasa sayang secara langsung, tapi percayalah, dalam sujud dan curhatku pada-Nya, selalu ada nama mamah.

Sehat selalu ya, Mah. Tetap jadi wanita penyabar, super hero-ku, dan bidadari tanpa sayap yang selalu melindungiku. Terima kasih. Karena mamah, aku ada. Dan karena mamah aku bisa sekuat dan setegar ini.

 

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓