Ini Alasan Bau Rumput yang Baru Dipotong Bisa Membuatmu Rileks

Febi Anindya Kirana09 Des 2019, 16:44 WIB
Diperbarui 09 Des 2019, 16:44 WIB
perempuan bahagia

Fimela.com, Jakarta Pernahkah kamu jalan-jalan santai di taman dan menyaksikan rumput yang baru dipotong? Seringkali pemangkasna rumput ini akan menimbulkan aroma yang khas. Beberapa orang menyukai aroma rumput yang baru dipotong ini karena menyegarkan. Namun tahukah bahwa ternyata mencium bau rumput yang dipotong ini punya efek terhadap kesehatan mental?

Secara ilmiah, tanaman hijau berdaun akan melepaskan sejumlah senyawa organik yang mudah menguap yang disebut green leaf volatiles (GLV). Ketika tanaman seperti rerumputan terpotong atau dirusak oleh hewan yang memakan mereka, rumput tersebut akan mengeluarkan senyawa GLV.

Bau rumput yang baru dipotong memberi efek segar

rumput yang dipotong
Photo by Matthias Cooper from Pexels

Ketika senyawa tersebut bercampur dengan udara yang mengandung oksigen, hidrokarbon dan lain sebagainya, maka akan menimbulkan bau rumput seperti yang selama ini kita ketahui. Dan otak akan merespon aroma segar rumput ini sebagai relaksasi, sehingga tubuh mampu melepaskan stres.

Dalam sebuah penelitian tahun 2010 yang diterbitkan dalam jurnal Science menemukan, bahkan bau daun tembakau yang bercampur dengan air liur ulat mampu mengeluarkan zat kimia GLV mampu menarik perhatian serangga.

Jadi, jangan heran jika kamu merasa senang menghirup aroma rumput yang baru dipotong, karena ternyata otak memang merespon bau rumput ini sebagai aroma terapi.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓