Walau Raga Tak Lagi Bisa Dipeluk, Kenangan Indah Selamanya Tersimpan di Hati

Endah Wijayanti10 Des 2019, 09:45 WIB
maaf gengsi

Fimela.com, Jakarta Punya momen yang tak terlupakan bersama ibu? Memiliki sosok ibu yang inspiratif dan memberi berbagai pengalaman berharga dalam hidup? Seorang ibu merupakan orang yang paling berjasa dan istimewa dalam hidup kita. Kita semua pasti memiliki kisah yang tak terlupakan dan paling berkesan bersama ibu. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam lomba dengan tema My Moment with Mom ini.

***

Oleh: RR - Medan

Mama bagiku adalah wanita kuat dan wanita yang sangat sabar. Kuat dan sabar dalam menghadapi masalah apa pun yang terjadi pada dirinya termasuk kehidupannya. Bagaimana tidak, aku ingat sekali waktu itu aku masih sekolah kelas 5 SD. Bermula dari situ aku baru mengetahui bahwa mama yang aku punya adalah wanita yang sangat kuat dan sabar.

Malam itu, mama aku diusir oleh abang dan kakak kandungnya sendiri dari rumah itu. Rumah itu adalah rumah nenekku. Ya mamaku dan ayahku kami sekeluarga memang masih tinggal bersama nenek pada waktu itu, karena mamaku bukan anak satu-satunya dari keluarganya sudah pasti abang dan kakaknya yang lain tidak senang karena cuma mamaku yang tinggal di situ. Bermula dari situ mamaku diusir tidak sepantasnya bahkan di saat itu juga mamaku merasa terpukul atas kejadian itu.

Kami memang masih tinggal bersama nenek karena nenekku yang tidak mau kami pergi dari situ, tapi namanya juga mamaku bukan anak satu-satunya jadi wajar kalau kejadian seperti itu. Bahkan di saat kejadian seperti itu mamaku masih saja bisa diam dan menahan kecewa yang dirasakannya. Mamaku memang seperti itu, dia orang yang tidak suka bercerita hal apa saja dengan orang lain selagi itu bisa diatasinya. Dia orang yang suka menahan semua masalah tanpa mau bercerita dan yang terjadi adalah penyakit yang didapatkannya.

Setelah kejadian itu mamaku dan kami sekeluarga pindah dari rumah nenekku itu dan kami tinggal bersama sekeluarga, mamaku, ayahku, aku, dan adikku. Di rumah baru itu, tidak lama dari beberapa hari kami pindah mamaku mulai sakit, sakit yang berkepanjangan sampai dirawat dan ternyata mamaku divonis sakit paru-paru. Hati, pikiran, semua hancur. Apalagi semua ini dihadapi oleh ayahku juga sebagai kepala rumah tangga. Hidup kami sekeluarga saat itu benar-benar dilanda musibah. Mamaku sakit, bahkan aku di situ yang masih kelas 5 SD sudah mengerti betapa sakitnya yang dihadapi ini.

Berjalannya waktu, mamaku sakitnya tidak menentu, berobat dan menginap di rumah sakit terus balik ke rumah. Setelah sehat mamaku kembali normal. Tak lama setelah itu mamaku kembali sakit sampai ayahku dan semua keluarga bahkan saudaraku sudah membawa mama berobat kemana-mana. Seiring waktu berjalan sudah satu tahun lamanya bahkan selama setahun itu mamaku merasakan sakit yang dideritanya. Sudah pasti ini tertekan karena mamaku orang yang suka memendam masalah sendiri. Setelah setahun sakit itu mamaku ditambah lagi penyakit sampai divonis penyakitnya sudah komplikasi.

Setahun mamaku sakit, aku sudah merasakan betapa sedihnya melakukan apa-apa sendiri, karena aku memang anak perempuan satu-satunya dan adikku laki-laki. Setahun mamaku sakit, akhirnya mamaku menghembuskan napas terakhir tepat 17 Agustus 2006.

Aku ingat betul, malam sebelum mamaku dipanggil Tuhan, aku yang mengantarkan mamaku ke rumah sakit beserta semua keluargaku. Aku ingat sekali sebelum aku pulang ke rumah untuk pulang, mamaku memintaku untuk mengelus badannya dengan pelan dan memegang kepalanya dengan pelan seperti di elai-belai gitu, aku pun melakukan itu dan setelah itu aku pulang kerumah.

Besok paginya, tepat 17 Agustus 2006 mamaku meninggal dunia. Sebelum mamaku meninggal paginya nenek (dari ayah) yang menjaga mamaku di rumah sakit. Mamaku bertanya sama nenekku di mana aku dan adikku, lalu nenekku menjawab, “Ya sebentar lagi mereka kemari." Lalu tak lama setelah itu mamaku langsung kritis dan nenekku menelepon semua keluarga kami untuk datang ke rumah sakit dan aku sudah menangis dari rumah menuju ke rumah sakit karena sudah mendengar kabar kalau mamaku sudah kritis. Semuanya sudah berkumpul di rumah sakit, dan mamaku sedang diperiksa dokter. Tak lama setelah itu, dokter menyampaikan mamaku sudah meninggal. Kami di situ semuanya merasa hancur, termasuk ayah, aku, dan adikku.

 

Mama akan Selalu Berada di Hatiku

perempuan bahagia
ilustrasi./copyright By N U S A R A (Shutterstock)

Aku benar-benar merasa kehilangan mamaku, hati ini hancur bahkan sakit dan sedih terus. Apa jadinya aku tanpa mamaku. Selama mama sehat, aku dan adikku sangat disayang dan dimanja mama. Walaupun aku hanya bisa merasakan sebentar saja hidup bersama mamaku, tapi aku sudah mendapatkan pelajaran atas apa yang selama ini di hadapinya.

Aku ingat betul, dari kecil aku yang paling disayang karena aku anak perempuan satu-satunya, bahkan yang selalu merayakan ulang tahun aku itu adalah mamaku. Bahkan mamaku sendiri yang menjahit baju yang aku pakai di hari ulang tahunku yang ke-9, ya itu adalah hari ulang tahunku terakhir bersama mama. Aku dibuat cantik di hari ulang tahun itu, momen bersama mama memang tidak banyak yang aku dapatkan bukan seperti anak lain yang selalu bersama mamanya. Tapi walaupun begitu aku sudah merasa cukup mempunyai kenangan bersama mama selama sisa hidupnya.

Bahkan sebelum mama meninggal dan sakit, aku sangat disayang mama dan banyak sekali nasihat yang mama beri untukku walau aku masih kelas 5 SD saat itu tapi aku sudah bisa merasakan dan paham apalagi setelah mama meninggal. Aku benar-benar paham apa arti kehidupan yang sesungguhnya tanpa mama, tapi aku masih punya ayah yang kuat dan sangat bertanggung jawab pada kami. Hingga sekarang ayahku belum menikah lagi semenjak mama meninggal.

Aku sering berpikir, ‘‘Enak ya mereka yang masih punya mama, yang selalu ada di saat mereka butuh, yang selalu ada menyayangi, berbagi cerita dan banyak hal lainnya yang bisa dilakukan bersama." Dan aku juga selalu merasa butuh mama disaat aku banyak menghadapi masalah, ketika bimbang, ketika ingin cerita bahkan pengen dipeluk, tapi aku sadar, aku tidak bisa mendapatkan itu.

Setiap kali itu terjadi hanya salat yang aku lakukan dan berdoa agar di malam hari aku bermimpi mamaku tapi sama saja, aku jarang sekali mimpi mamaku. Di saat Hari Ibu, semua orang mengucapkan Hari Ibu ke orangtua mereka masing-masing bahkan melakukan hal lebih yang mereka ingin lakukan ke mamanya tapi aku cukup mendoakan mama dan selalu mendoakan mama setiap hariku. Aku kuat sekarang karena mama dan karena ayah. Mereka orangtua yang hebat bagiku. Sekarang yang hebat adalah ayah karena dia masih sendiri dan masih tanggung jawab kepada aku dan adikku.

Momen bersama mama sudah banyak aku dapatkan karena dari kecil aku sudah hidup bahagia bersama mama. Itu bisa aku lihat dari foto-foto albumku waktu kecil. Hanya foto-foto album itu yang aku punya sekarang untuk melihat momenku bersama mama.

Aku sangat mencintai mama, mama wanita satu-satunya yang tidak bisa digantikan oleh siapa pun. Mama memang tidak terlihat di mataku dan tidak berada di sisiku tapi mama selalu ada di hatiku.

 

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓