Doa Ibu adalah Penguat Langkahku Jalani Hidup

Endah Wijayanti10 Des 2019, 12:45 WIB
menjadi bidan

Fimela.com, Jakarta Punya momen yang tak terlupakan bersama ibu? Memiliki sosok ibu yang inspiratif dan memberi berbagai pengalaman berharga dalam hidup? Seorang ibu merupakan orang yang paling berjasa dan istimewa dalam hidup kita. Kita semua pasti memiliki kisah yang tak terlupakan dan paling berkesan bersama ibu. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam lomba dengan tema My Moment with Mom ini.

***

Oleh: Delima Oktawidayanti - Malang

Ibu adalah seorang perempuan yang mengandung selama sembilan bulan dan rela bertaruh nyawa melahirkanku. Menahan rasa sakit yang tak biasa saat detik-detik aku akan dilahirkan ke dunia bercampur rasa khawatir dan kebahagiaan. Istirahat ibu tidak nyenyak karena mendengar setiap tangisanku yang membuat ibu jadi terbangun dari tidur. Ibu juga kadang terpaksa berbohong demi kebahagiaan anaknya dengan sabar serta kasih sayang. Namun, ibu tak pernah lelah memberikan kasih sayang kepadaku hingga aku tumbuh dewasa.

Ibu setiap hari mengajari serta membimbingku dengan penuh kesabaran maupun ketelatenan. Menuntunku ketika aku mulai bisa berjalan dan mengajariku berbicara ketika aku mulai bisa menyebut nama ibu untuk pertama kalinya. Di saat aku sakit ibu yang merawat serta menjaga demi kesembuhanku mengusap setiap air mata yang menetes deras di pipi mungilku. Seakan tak rela melihatku bersedih di kala itu mendoakanku sepanjang waktu.

 

Ibu adalah Penguatku

Kata Ibuku
Ilustrasi./copyright shutterstock

Ibu hatimu itu selembut dan seputih kapas. Maafkan anakmu ini bila selalu membuat ibu jengkel dan marah. Yang belum bisa membalas semua kebaikan yang ibu berikan kepadaku. Walaupun aku tahu semua itu tak akan bisa tergantikan. Ibu setelah aku tahu bahwa pengorbanan ibu yang begitu besar terhadapku. Aku ingin mengabdikan diriku ini pada perempuan dengan menjadi seorang bidan yang mungkin tidak mudah untuk dijalani.

Setelah aku menjalaninya aku merasakan sesuatu hal yang begitu luar biasa. Profesiku sebagai bidanlah yang membuka mataku lebar-lebar bahwa menjadi seorang ibu tidaklah mudah. Menjalani proses yang sungguh menajubkan waktu menolong pasien ibu bersalin yang menahan rasa sakit untuk melahirkan buah hatinya yang sudah dinanti selama sembilan bulan. Mendengar tangisan bayi yang pecah, hati ini begitu terharu dan lega mendengarnya melihat ibu dan bayinya sehat.

Terima kasih ibu atas semua pengorbanan yang kau berikan kepadaku. Kenangan itu menjadi sebuah momen berharga dan tak terlupakan buatku. Wahai ibu doamu menjadi penguat langkahku.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓