Doa Seorang Ibu Selalu Bisa Memudahkan Urusan Anaknya

Endah Wijayanti11 Des 2019, 10:10 WIB
meredam amarah

Fimela.com, Jakarta Punya momen yang tak terlupakan bersama ibu? Memiliki sosok ibu yang inspiratif dan memberi berbagai pengalaman berharga dalam hidup? Seorang ibu merupakan orang yang paling berjasa dan istimewa dalam hidup kita. Kita semua pasti memiliki kisah yang tak terlupakan dan paling berkesan bersama ibu. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam lomba dengan tema My Moment with Mom ini.

***

Oleh: Nuristiqamah Awaliyahputri B - Makassar

MENGETUK PINTU SURGA PADAMU, IBU

Surga di bawah telapak kaki ibu. Rida Allah, tergantung rida orangtua, termasuk ibu. Dua kalimat yang sering kita dengarkan dan setiap orang punya persepsi yang berbeda. Saya tidak tahu harus mengungkapkan kalimat seperti apa tentang momen bersama ibu. Sejujurnya, terlalu banyak yang harus saya ceritakan, bukan yang saya tuliskan (karena melalui tulisan, terkadang bingung mau bilang apa).

Dikatakan surga, karena ibu adalah orang yang paling berjasa ketika seorang anak telah dilahirkan. Dimulai saat ibu mengandung selama sembilan bulan, harus begadang karena menjaga hingga anaknya tertidur, menyusui selama dua tahun, dan beberapa perjuangan yang dilalui bersama ayah hingga menjadikan anaknya tumbuh dewasa. Maka, pantaslah seorang ibu diibaratkan sebagai surga.

Tugas seorang anak adalah berbakti kepada beliau dan tak hentinya berdoa kepada Allah untuk segala kebaikan yang diberikan. Lalu, bagaimana dengan seorang anak yang sama sekali tidak berbakti dan tidak mendoakan? Tidakkah seorang anak memahami dan mengetahui betapa banyaknya perjuangan yang sudah dilalui oleh seorang ibu? Sungguh, pantaslah dikau dikatakan sebagai anak durhaka, tidak ada surga untuknya. Bagaimana mungkin surga yang seharusnya kita banggakan, justru diabaikan? Bagaimana mungkin Allah memberikan rida jika kepada ibu saja tidak berbakti? Perlu untuk direnungkan, betapa mulianya seorang ibu.

Segala sesuatu yang saya alami selama ini, selalu saja lebih banyak kemudahan, bukan berarti tidak pernah mengalami kesulitan, ya. Saya berpikir seperti itu karena tidak pernah lupa untuk meminta kepada ibu agar selalu memberikan dukungan serta doanya setiap apa yang saya lakukan, hal kecil sekali pun. Mungkin saja Allah lancarkan segalanya melalui rida ibu secara tersirat sudah menjadi kenyataan.

 

Doa Ibu Mempermudah Banyak Hal

zodiak
ilustrasi./Photo by Deden Ramdhani from Pexels

Pada beberapa kesempatan, saya mengalami kesulitan, hal yang selalu saya lakukan adalah meminta doa kepada ibu agar diberikan kemudahan untuk segala urusan yang saya kerjakan. Alhasil, semuanya bisa dijalani dengan senang hati tanpa beban yang berlama-lama. Untuk seorang anak yang mungkin saja mengalami kesulitan, mintalah restu pada ibumu untuk selalu didoakan dan didukung. Percaya, bahwa doa ibu akan segera diijabah. Karena tidak ada restu terbaik, kecuali restu orang tua, termasuk ibu. Kurangnya komunikasi dengan ibu akan membuat seorang anak jauh dari surga, maka perbaiki semuanya agar kamu merasakan nikmatnya surga.

Di saat jauh dari orang tua, hal yang perlu dijaga adalah segala nasihat dan amanah yang diberikan. Jangan pernah lalaikan. Jangan pernah tak acuh. Suatu saat, pasti semuanya akan hancur. Jadikan setiap nasihat dan amanah itu sebagai penjaga untuk diri sendiri dan selalu merasa bahwa seorang ibu berada di dekat kita. Ketika seorang anak sudah tidak mampu menjaga nasihat dan amanah itu, sudah pasti akan selalu ada kebohongan yang dilakukan.

Jika ditanya tentang “ini”, jawaban yang diberikan adalah “itu”. Tidak sesuai dengan kenyataan. Seorang anak akan merasa bahwa yang dilakukan tanpa diketahui oleh ibunya. Untuk itu, perlu menanamkan CCTV yang merekam semua yang dilakukan, yaitu hati masing-masing. Kenapa mesti hati? Karena hati tidak pernah diajari untuk berbohong. Ketika mulut berucap yang “dianggap” benar, maka hati tetap berkata bahwa ucapan itu “sebenarnya” salah. Bagaimana pun mulut berkata, hati tetap mengungkapkan apa yang sebenarnya. Itulah yang selalu saya jaga sampai saat ini.

Ketika mengulik kisah bersama ibu, salah satu di antara banyaknya yang pernah terjadi adalah meminta restu setiap kali ingin melakukan ujian. Teringat saat sidang/ujian munaqasyah skripsi dan tesis, saya mendapati dosen penguji yang bagi banyak orang adalah dosen penguji yang “bertanda kutip” (baca: ditakuti, disegani, banyak tanya saat ujian, dan lain-lainnya). Dukungan dan doa selalu saya minta kepada ayah dan ibu hingga tiba di hari ujian.

Omongan orang-orang yang membuat saya juga merasa takut dan terhantui justru terbayar ketika berhadapan langsung. Deg-degan sudah pasti ada, tetapi entah kenapa selama ujian, saya tidak merasakan kesulitan yang seperti orang ceritakan. Makanya, jika ada yang bertanya, maka saya akan jawab bahwa setiap yang dilakukan, tentu ada cerita yang berbeda.

Saya tidak berkata bahwa saya hanya mengandalkan doa dari beliau, sama sekali tidak, tetapi bisa saja ada pengaruhnya, selagi memang harus benar-benar siap dan menguasai apa yang seharusnya dipertanggungjawabkan saat ujian. So, kalian yang akan melakukan sesuatu, hal kecil sekali pun, apalagi hal-hal besar, jangan lupa untuk selalu meminta restu kepada surga yang Allah sudah hadirkan.

 

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓