Tidak Pernah Terpapar Sinar Matahari Pagi Bisa Berisiko Depresi

Mimi Rohmitriasih11 Des 2019, 19:15 WIB
Galau

Fimela.com, Jakarta Sering merasa jika suasana hatimu kurang bahagia, mudah suntuk dan lelah? Suasana hati yang buruk bisa saja terjadi karena dirimu jarang mendapat paparan sinar matahari. Penelitian terbaru yang dilakukan para ahli menemukan jika orang-orang yang jarang terpapar sinar matahati terutama matahari pagi akan lebih mudah terserang stres hingga depresi.

Penelitian yang dilakukan pada sedikitnya 16 ribu partisipan ditemukan jika mereka yang tak mendapat paparan sinar matahari cukup setiap harinya lebih mudah stres, kelelahan dan depresi. Penelitian yang dilakukan para ahli di Universitas Brigham menemukan jika sinar matahari pagi memberi banyak manfaat buat kesehatan fisik pun psikis. Salah satu mafaat sehatnya adalah mencegah risiko stres dan depresi.

Manfaat Sinar Matahari Pagi

Galau
Ilustrasi/copyright unsplash.com/Anthony Tran

Melansir dari laman health.com, di Amerika ditemukan jika 20% masyarakatnya mengalami Seasonal Affective Disorder (SAD) atau gangguan kelelahan dan depresi. Penderita SAD ini umumnya disebabkan karena penderitanya jarang terpapar sinar matahari pagi.

Penelitian menemukan jika sinar matahari pagi memberikan banyak manfaat buat kesehatan fisik dan psikis. Sinar matahari pagi mengandung nutrisi dan vitamin D yang bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah risiko sakit kuning dan mencegah risiko depresi. Para ahli menyebutkan jika orang yang kekurangan asupan vitamin D terutama vitamin D dari paparan sinar matahari bisa berisiko depresi hinga 85%.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Dermato-Endocrinology disebutkan jika paparan hangat sinar matahari pagi bermanfaat membuat suasana hati jadi makin tenang dan nyaman. Udara pagi yang segar bisa bermanfaat melancarkan sistem peredaran dalam tubuh dan memasok kebutuhan oksigen tubuh dengan baik.

Sebagian besar orang yang telah beraktivitas mulai pagi hari di luar ruangan dinyatakan lebih sehat baik secara fisik pun psikis. Dengan catatan, tempat kerja tersebut jauh dari radiasi serta paparan zat kimia yang berbahaya buat kesehatan.

 

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓