Menjadi Posesif, Hindari 3 Hal Ini Saat Menjalin hubungan

Fimela Editor15 Des 2019, 09:00 WIB
Ilustrasi Pasangan

Fimela.com, Jakarta Posesif dan protektif sering kali dianggap sama, namun kenyataannya dua hal ini sangat berbeda. Posesif secara harifiah diartikan sebagai sifat dimana seseorang merasa menjadi pemilik dan memiliki hak atas apa yang ia miliki, sedangkan protektif sendiri berarti melindungi. Namun, beberapa orang justru melakukan kesalahan saat ingin menunjukan sifat protektif menjadi sosok yang posesif. Lalu apa saja yang menjadi alasan seseorang dinilai posesif? Dilansir dari elitedaily.com (12/12/2019) ini lah 3 tanda pasanganmu adalah sosok yang posesif.

1. Mereka mengisolasi kamu dari orang-orang yang ada disekitarmu

Pada dasarnya, memiliki banyak teman yang menyayangi kita adalah hal yang diinginkan setiap orang bukan? Namun bukan berarti untuk mendapatkan kasih sayang dari seseorang kita harus memaksanya untuk tidak menyayangi orang lain termasuk orang-orang yang ada disekelilingnya. Ketika memiliki pasangan yang posesif, ia mungkin tidak menyukai teman-temanmu. Atau bahkan mungkin mengeluh karena kamu terlalu sering berinteraksi dengan anggota keluarga. Sikapnya yang seperti ini, bertujuan untuk mengisolasi kamu dari orang-orang disekelilingmu, jika ini benar terjadi padamu, maka pasanganmu mungkin memiliki sifat posesif bukan protektif. Cinta sejati bersifat inklusif, bukan eksklusif. Jika pasanganmu bisa menghormati kamu, mereka tidak hanya ingin bertemu teman dan keluarga kamu, tetapi juga peduli untuk bergaul dengan mereka semua yang ada disekitarmu. Kamu juga harus berhati-hati jika seseorang ingin memisahkan kamu dari hal-hal yang kamu sukai, maka mereka mungkin memiliki sesuatu yang tengah disembunyikan.

Hubungan langgeng bagi si posesif

Ilustrasi pasangan romantis
Ilustrasi pasangan romantis. Sumber foto: unsplash/Christiana Rivers.

2. Selalu memberikan kritik

Mengontrol seseorang yang bisa saja mengatakan bahwa mereka tertarik dalam membantu kamu untuk menjadi lebih baik. Dia akan sangat mungkin berkomentar tentang rambut, pakaian, parfum, atau kepribadian kamu. Tidak peduli seberapa besar komentarnya, kamu akan merasa malu dan kurang percaya diri. Kamu akan merasa takut dan kurang nyaman sehingga membuatnya sulit untuk memperdalam keintiman atau merasa aman. Seseorang yang benar-benar peduli dengan kamu tidak ingin mengubah kamu, mereka menyukai kamu apa adanya. Mereka tidak menghujani kamu dengan harapan yang akan mengubah seluruh hidupmu, karena mereka tahu kamu manusia, bukan benda mati, bukan objek yang bisa mereka bentuk dan manipulasi. Jika mereka ingin menegur untuk sesuatu yang negatif, mereka akan berupaya sebisa mungkin menggunakan kata-kata yang tidak menyinggung perasaanmu.

3. Mereka Melanggar Privasi kamu

Ketika seseorang sudah bersikeras menyasar pada persolaan pribadi, yang ada pada ponsel genggam misalnya, ini adalah sebuah kesalahan. Ingatlah bahwa kita semua berhak atas pemikiran pribadi dan hubungan yang tengah kita jalani bersama orang lain. Pasanganmu mungkin bisa saja merasa berhak untuk memiliki akses ke email, telepon, atau sosial media kamu, namun itu melanggar privasi kamu. Jika perilaku ini tidak dihentikan akan menyulitkan kamu untuk merasa aman dalam hubungan. Berada dalam suatu hubungan tidak berarti kehilangan seluruh identitas atau kehidupan pribadi. Kamu harus bisa tegas untuk menjadi dirimu apa adanya, jika seseorang ingin melepaskan keunikan dalam diri kamu, maka ia bukanlah seseorang yang bisa menghargai kamu dengan baik. Monica Parikh, seorang pakar dari School of Love, New York, merangkum, "Perilaku posesif itu berbahaya. Hal Itu merayap perlahan dalam hubungan, membuat korban mempertanyakan kewarasan si pelaku. beberapa bahkan mungkin percaya bahwa pasangannya beruntung karena 'tahan dengan mereka' seakan pasanganmu adalah sebuah beban" Jika ada yang membuat kamu merasa seperti itu, tidak perlu membuat pilihan. Mungkin kamu memang harus segera pergi meninggalkannya.

Tidak sama bukan? Hati-hati jika ingin menunjukan rasa peduli terhadap pasangan, bisa-bisa kamu malah menjadi sosok yang posesif.

(Iffah Nurahmah)

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓