Kebiasaan Minum Susu Tidak Hanya untuk Anak-Anak

Meita Fajriana23 Des 2019, 17:00 WIB
Susu

Fimela.com, Jakarta Selama ini opini di masyarakat menganggap bahwa minum susu hanya kebiasaan anak-anak yang membantu untuk tumbuh kembang mereka. Seperti fenomena bahwa anak muda misalnya akan mendatangi supermarket jarang sekali susu, yang menjadi favorit adalah teh, kopi, atau air mineral.

Saat ditanya kenapa mereka tidak membeli susu ternyata beberapa mengatakan kalau minum susu hanya untuk anak-anak dan bukan untuk anak muda. Mereka juga mengatakan minum susu bisa menambah berat badan berlebih atau malah ada yang malu takut diledek temannya karena dianggap seperti anak-anak.

Sigma ini membuat pemikiran masyarakat bahwa anak muda 18-29 tahun sudah tidak perlu minum susu karena lemak susu bisa menambah berat badan berlebih. Namun, apakah hal tersebut benar? Apakah memang susu hanya untuk anak-anak saja?

Kalau diperhatikan, anak muda yang berumur 18 - 29 tahun memiliki segudang kegiatan dan lebih aktif bergerak dibanding anak-anak, serta cenderung berkegiatan dari pagi sampai malam. Kalau melihat dari data Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2013 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, di usia dewasa, tubuh masih membutuhkan nutrisi makronutrien dan mikronutrien.

Apa saja nutrisi makronutrien yang dibutuhkan anak muda usia 18 - 29 tahun?

Kebutuhan gizi makronutrien merupakan energi, protein, lemak, karbohirat, dan air. Sementara kebutuhan mikronutrien merupakan vitamin B3, B6, E, Zinc, dan kalsium.

Apa sih manfaat Vitamin B3 dan B6?

Vitamin B3 membantu metabolisme energi, sintesis glukosa, asam lemak, dan memperbaiki jaringan. Sementara manfaat Vitamin B6 memelihara fungsi otak, pembentukan sel darah merah, membantu metabolisme glukosa dan asam amino menjadi energi.

 

Peran penting minum susu untuk anak muda yang aktif

Susu
ilustrasi susu/copyright Pexels/Rawpixel

Dimana bisa kita dapatkan nutrisi makronutrien dan mikronutrien tersebut? Jawabannya adalah Susu. Jika produk susu digantikan bahan makanan lain dengan jumlah kalsium yang sama, contoh sayuran berdaun hijau dan susu soya yang diperkaya kalsium, maka asupan harian tersebut akan kekurangan jumlah protein, kalium, magnesium, fosfor, riboflavin, vitamin A dan vitamin B12.

Jadi, susu masih dibutuhkan oleh semua golongan usia, khususnya mereka yang memiliki aktivitas fisik dan kebutuhan energi yang meningkat di usia dewasa sehingga tubuh memerlukan asupan nutrisi yang tepat.

“Susu merupakan salah satu sumber nutrisi penting yang menunjang kesehatan, termasuk menjaga kepadatan tulang, khususnya bagi mereka yang memiliki gaya hidup aktif. Banyak yang menganggap bahwa susu hanya dibutuhkan oleh anak-anak. Faktanya, susu mengandung hampir semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh, termasuk tiga nutrisi esensial (makronutrien) yaitu protein, lemak dan karbohidrat,” kata dr. Diana F. Suganda, M.Kes, Sp.GK, dokter spesialis gizi.

Lebih lanjut dijelaskan oleh dr. Diana, saat ini banyak anak muda yang tidak memenuhi kebutuhan nutrisinya dengan baik karena pola makan, gaya hidup, serta kurangnya vitamin dan mineral. Mereka menganggap asupan selain makanan utama, seperti susu, bukanlah asupan yang penting untuk mereka. Padahal, mikronutrien seperti yang terkandung dalam susu adalah nutrisi yang mendukun mereka dalam menjaga semangat dan aktivitas kesehariannya.

"Susu juga mengandung berbagai mikronutrien seperti kalsium, potassium dan magnesium yang memiliki berbagai macam manfaat yang cocok untuk anak muda yang aktif. Jadi, memang disarankan untuk anak muda tetap mengonsumsi susu untuk menjaga kesehatan," tutup dokter Diana.

#GrowFearless with Fimela

Lanjutkan Membaca ↓