Mama Selalu Menjadi Penerang di Kala Hidupku Muram

Endah Wijayanti26 Des 2019, 10:45 WIB
Diperbarui 26 Des 2019, 10:45 WIB
jiwa yang rapuh

Fimela.com, Jakarta Punya momen yang tak terlupakan bersama ibu? Memiliki sosok ibu yang inspiratif dan memberi berbagai pengalaman berharga dalam hidup? Seorang ibu merupakan orang yang paling berjasa dan istimewa dalam hidup kita. Kita semua pasti memiliki kisah yang tak terlupakan dan paling berkesan bersama ibu. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam lomba dengan tema My Moment with Mom ini.

***

Oleh: Ignasia - Jakarta

Februari 2015 menjadi momen pahit dalam hubunganku dengan seseorang. Pengalaman yang tak mampu kulupakan dalam perjalanan hidupku. Hanya menangisi keadaan yang dapat kulakukan dari hari ke hari. Sulit aku berkata-kata. Tak kuasa aku memendam kepedihan. Kepada mamalah aku menumpahkan semuanya. Rangkulan mama sekejap memberi kekuatan. Kata-kata mama sungguh menenangkan.

Kisah itu menjadi satu dari jutaan kisah, bukti cinta mama kepadaku. Jujur aku tak pernah mengungkapkan secara verbal rasa sayangku kepada mama. Demikian pula mama. Namun, seluruh perbuatan mama selama ini secara jelas dan meyakinkan menjadi wujud kasih itu.

Aku sadar relasiku dengan mama tidak selamanya berjalan mulus. Terkadang kami bertengkar, beradu argumen. Terkadang pula kami menertawakan hal sepele bersama. Ketika berdebat, ingin rasanya aku pergi meninggalkan bapak dan mama. Namun, aku ingat akan kenangan saat kecil, makan sepiring dengan mama. Aku tak berdaya membiarkan sosok renta itu menghabiskan hari-harinya seorang diri.

Bila kutelusuri segala yang terjadi dalam hidupku, mama sungguh berperan besar. Walaupun tak kulupakan peran bapak. Ketika aku tak percaya akan kemampuan diriku sendiri, mama membangkitkan kepercayaan diriku. Ketika aku tak bersemangat menjalani hidup, mama mengingatkan kembali cita-citaku. Ketika aku malas bekerja, mama menanyakan kembali seberapa kuat komitmenku terhadap keputusan yang kubuat secara sadar.

 

Mama adalah Perempuan Tangguh

Ibu dan Anak
Ilustrasi./copyright shutterstock

Mama, sosok perempuan tangguh yang datang dari desa terpencil di Nusa Tenggara Timur ke Yogyakarta. Mengejar cita-cita, melintasi lautan demi mencapai hidup yang lebih baik, itulah visinya. Meskipun harus menempuh konsekuensi hidup jauh dari orangtua, mama dengan penuh ketekunan menjalani pendidikan bidan. Ijazah itulah yang menjadi bekal merantau ke ibukota bersama bapak. Ijazah itulah yang membantuku memperoleh gelar sarjana.

Latar belakang mama menjadi landasan bagiku menapaki satu demi satu tangga kehidupan. Perempuan yang dibesarkan dengan nilai-nilai tradisional mampu mengantarkanku mencicipi kehidupan modern. Terima kasih mama yang tak pernah lelah memotivasiku. Terima kasih mama, inspirasiku dalam berbuat baik kepada siapa pun tanpa pandang bulu. Satu pesan yang kupegang dari mama adalah, “Kita boleh terlahir tidak punya apa-apa, tapi ketekunanlah yang akan membentuk kita menjadi seseorang yang kita impikan."

Mama, tak mampu kurangkai kata mengucapkan terima kasih untuk segalanya yang telah kauberikan dalam hidupku. Hanya untaian doa, memanjatkan pinta dan asa kepada Tuhan agar selalu menjagamu.

Andai aku diberi kesempatan memberikan hadiah tahun baru untuk mama, kosmetik menurutku adalah hadiah yang tepat. Mengapa? Polesan lipstik atau taburan bedak yang menyegarkan akan semakin memaksimalkan pelayanan mama sebagai seorang bidan di hadapan para pasiennya. Tentunya setiap wanita ingin tampil penuh percaya diri di berbagai kesempatan. Seperti yang dikatakan Tyra Banks, “I love the confidence that makeup gives me."

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓