Bernapas, Cara Sederhana Melepas Kecemasan Menurut Penelitian

Febi Anindya Kirana26 Des 2019, 17:15 WIB
bernapas rileks

Fimela.com, Jakarta Dari makan hingga tidur, tubuh akan menngalami waktu melepaskan stresnya sendiri setiap hari. Salah satu cara relaksasi yang juga perlu lebih sering dilakukan orang adalah bernapas. Mungkin tampak sederhana, toh kita setiap hari juga bernapas. Namun bernapas dengan 'kondisi khusus' sangat membantu menjaga kesehatan mental.

Sebuah penelitian yang di terbitkan dalam jurnal Science of the Total Environment membuktikan bahwa kesehatan mental seperti menurunkan stres, mengurangi kecemasan dan kekhawatiran dapat diatasi dengan menghirup udara segar.

Menghirup Udara Segar Membantu Melepas Stres

kesehatan
ilustrasi perempuan hutan/Photo by Aaron Birch on Unsplash

Penelitian yang dilakukan di University of Adelaide ini menyebutkan bahwa senyawa butirat, yang dikenal sebagai anti inflamasi dan bahkan mampu meningkatkan perlindungan terhadap kesehatan usus, diproduksi di dalam tanah oleh bakteri yang disebut K. alysoides. Diujicobakan terhadap tikus, ternyata tikus yang menghirup udara yang mengandung partikel ini mengalami penurunan kadar stres dan kecemasan lebih baik.

Bakteri ini berada pada tanah-tanah yang bersih dengan pepohonan hijau di sekitarnya. Dengan kata lain, jika ingin melepaskan stres dan menurunkan kadar kecemasan, lebih banyaklah menikmati alam dan menghirup udara segar.

Orang mungkin heran, kalau sakit ya harus minum obat. Minum obat mungkin memang manjur, namun ada kalanya rasa sakit justru lebih efektif jika disembuhkan dengan cara mengubah kebiasaan hidup secara sederhana, salah satunya mengubah udara seperti apa yang kita hirup.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓