Kasih Sayang Ibu takkan Pernah Bisa Kita Balas Sampai Kapan pun

Endah Wijayanti03 Jan 2020, 20:16 WIB
ibu yang dipanggil emak

Fimela.com, Jakarta Punya momen yang tak terlupakan bersama ibu? Memiliki sosok ibu yang inspiratif dan memberi berbagai pengalaman berharga dalam hidup? Seorang ibu merupakan orang yang paling berjasa dan istimewa dalam hidup kita. Kita semua pasti memiliki kisah yang tak terlupakan dan paling berkesan bersama ibu. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam lomba dengan tema My Moment with Mom ini.

***

Oleh: I - Jakarta Selatan

Tak ada wanita yang lebih hebat dibandingkan Emak. Iya Emak. Wanita yang sepenuh hati mendedikasikan diri untuk keluarganya. Berbagai ujian bertubi-tubi emak hadapi. Tentunya seorang diri. Emak bukanlah single parent, namun saat itu bapak bekerja di Jakarta sedangkan aku, abang, dan Emak tinggal di sebuah kota kecil di Jawa Tengah.

Emak adalah wanita hebat. Beliau selalu menomorsatukan agama dan pendidikan karena beliau ingin anak-anaknya bisa tumbuh dengan pendidikan dan agama yang baik. Emak yang buta huruf hijaiyah tidak ingin anak-anaknya juga mengalami seperti dirinya.

Aku ingat, ketika kecil emak memasukkan aku dan abang ke madrasah agar aku bisa belajar mengaji. Setiap sore, tanpa lelah Emak mengayuh sepeda tuanya untuk mengantarkan aku dan abang mengaji. Emak menunggui kami sampai kami selesai mengaji. Selepas magrib, Emak kembali mengantarkan aku dan abang untuk belajar mengaji di rumah tetangga yang kebetulan bersedia mengajar mengaji. Iya Emak, ingin anaknya bisa membaca Al-Quran. Emak sangat ingin melihat anaknya khatam Al-Quran. Ketika aku sudah berhasil khatam Al-Quran, Emak menangis terharu.

 

Emak yang Penuh Kasih Sayang

[Fimela] Lavender
Ilustrasi | unsplash.com/@rocknwool

Setiap hari, yang dilakukan Emak selalu sama. Mengayuh sepeda bututnya untuk mengantarkan aku dan abang ke sekolah. Jarak yang ditempuh dari rumah ke sekolah sangat jauh, sekitar lima kilometer. Emak kayuh sepeda bututnya sementara aku dan abang membonceng di belakang. Emak bukan orang yang suka berpangku tangan. Sambil menyelam minum air. Sambil menunggu aku dan abang pulang sekolah, Emak berjualan baju, kain, dan kaos kaki. Emak menaruh barang dagangannya di depan, sementara aku dan abang membonceng di belakang. Terbayang bagaimana beban yang dibawa emak setiap hari. Emakku tangguh sangat pantang mengeluh.

Emak, aku saat ini bisa berdiri sendiri atas kesabaran dan kasih sayang darimu. Tanpa dirimu, aku bukanlah apa-apa. Bahkan bila saat ini aku sudah sanggup membeli gunung untuk kuberikan padamu, tidaklah sebanding dengan segala curahan kasih sayang dan air mata di setiap doamu. Semoga Allah selalu memberikan kasih sayang-Nya untuk Emak. Love you, Emak!

 

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓