Seandainya Ada Sekolah Menjadi Ibu

Endah Wijayanti04 Jan 2020, 08:15 WIB
sekolah menjadi ibu

Fimela.com, Jakarta Punya momen yang tak terlupakan bersama ibu? Memiliki sosok ibu yang inspiratif dan memberi berbagai pengalaman berharga dalam hidup? Seorang ibu merupakan orang yang paling berjasa dan istimewa dalam hidup kita. Kita semua pasti memiliki kisah yang tak terlupakan dan paling berkesan bersama ibu. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam lomba dengan tema My Moment with Mom ini.

***

Oleh: Ninda Ayu Eriana - Kendal

Menjadi ibu rumah tangga adalah profesi yang paling mulia jika dijalankan dengan baik. Tapi dikatakan baik berdasarkan apa? Adakah lembaga yang memberikan apresiasi kepada “The Best Mother in the World”? Seandainya ada, wanita itu akan menjadi role model dan jawaban semua pertanyaanku tentang ibu. Siapakah yang menilai? Anak? Suami? Atau justru pengguna media sosial? Aku tumbuh dalam pohon keluarga yang besar sehingga memiliki banyak om dan tante. Dari mereka aku mengamati bagaimana cara menjadi orangtua, terutama dari segi profesi menjadi ibu. Kulakukan riset kecil mengenai hal ini. Bunda, umi, ibu, mamah, keponakanku memanggil dengan sebutan yang berbeda. Berbeda dalam ejaan tapi artinya sama. Kusimpulkan hasil observasi berbulan-bulan ini secara objektif maupun subjektif.

Bunda adalah wanita karier dan juga dosen (S2), memiliki dua anak (TK), sekarang sedang hamil anak ketiga, tidak pernah memasak karena kesibukan, sering makan di luar atau menggunakan jasa delivery makanan. Rumah bersih hanya pada hari Minggu dan saat ada acara. Jika anak melakukan kesalahan diberi penjelasan dengan sabar, jika anak membantah dihukum dengan dicubit.

Umi adalah wanita karier (S1), memiliki 3 anak (SD), semua pekerjaan rumah dikerjakan oleh asisten rumah tangga, memasak hanya saat weekend. Rumah sangat bersih. Jika anak melakukan kesalahan diberi penjelasan dengan tegas, jika anak membantah dihukum dengan ditarik semua fasilitas selama beberapa hari.

Ibu (SMA) adalah sepenuhnya ibu rumah tangga. Menghabiskan waktu 24 jam di rumah bersama dua anaknya yang masih balita. Tinggal bersama nenekku sebagai menantu. Pekerjaan rumah dilakukan ibu kecuali memasak. Yang memasak adalah nenekku. Jika anak melakukan kesalahan dimarahi, sering melarang anak, jika anak membantah dihukum dengan pura-pura menangis dan bersedih karena anaknya nakal.

Mamah (SMA) adalah ibu rumah tangga yang juga menjalankan enterpreneur. Waktunya lebih banyak dihabiskan di rumah. Rumah bersih, semua pekerjaan rumah dilakukan sendiri. Memasak setiap hari. Jika anak melakukan kesalahan diberi penjelasan dengan sabar kemudian mendengarkan penjelasan anak, anak tidak pernah membantah.

 

Ibuku

momen ibu dan anak 3
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/yooranpark

Bagaimana dengan ibuku?

Seharusnya aku mengenal arti ibu lebih dalam dan mengambil banyak pelajaran dari ibu kandungku sendiri. Aku tidak seberuntung kalian. Kasih sayang ibu kurasakan saat aku dalam kandungan hingga bangku kelas 2 SD. Dan ingatanku samar-samar mengenai kenangan itu.

Dari riset kecil yang kulakukan berdasarkan observasi dan interview ke keponakanku, aku menggarisbawahi beberapa hal tentang standar menjadi ibu yang baik. Seorang ibu adalah sosok wanita pelindung bagi anaknya. Ibu akan selalu memaafkan anaknya ketika anaknya melakukan kesalahan. Menjadi ibu itu profesi yang tidak memandang latar belakang pendidikan. Yang berpendidikan tinggi lulusan universitas pun belum tentu bisa menjadi ibu yang baik. Kebanyakan dari risetku, semua ibu telah menjalankan tugas dan perannya yang mungkin dirasa benar sesuai versi mereka. Namun, belum tentu baik.

Aku hanya ingin yang terbaik untuk anak-anakku kelak. Menjadi ibu adalah intuisi, sedangkan anak adalah inspirasi seperti kita melukis di kanvas. Akan jadi lukisan yang indah jika kita menorehkan kuas dengan hati bukan sekadar mengayunkan kuas berdasarkan teori melukis. Rasanya sedih melihat keponakanku/anak kecil yang tantrum sedangkan ibunya malah mencubit, memarahi, atau membohongi anak dengan memberikan janji palsu.

Hari ibu diperingati tanggal 22 Desember, semoga ibu di belahan dunia mana pun bisa memberikan cinta pada anak-anaknya dengan sempurna. Karena tidak ada yang lebih sejati dari cinta ibu kepada anaknya.

 

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓