Sukses

Lifestyle

Tak Ada yang Bisa Tetap Baik-Baik Saja setelah Separuh Jiwanya Pergi

Fimela.com, Jakarta Tahun baru, diri yang baru. Di antara kita pasti punya pengalaman tak terlupakan soal berusaha menjadi seseorang yang lebih baik. Mulai dari usaha untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan, menjalin hubungan, meraih impian, dan sebagainya. Ada perubahan yang ingin atau mungkin sudah pernah kita lakukan demi menjadi pribadi yang baru. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Change the Old Me: Saatnya Berubah Menjadi Lebih Baik ini.

***

Oleh: Yustina - Jakarta

Tidak ada yang menginginkan perpisahan, terlebih setelah banyak yang dilalui bersama. Membangun janji di masa depan dengan rapi. Melibatkan satu sama lain di setiap rencana. Mengisi satu sama lain menguatkan jika salah satunya merasa letih.

Tidak ada yang benar-benar baik-baik saja setelah separuh jiwanya pergi. Pergi setelah banyak memberi arti hidup yang begitu indah. Goyah pasti, sedih jangan ditanya lagi. Kecewa? Mungkin tidak, hanya bertanya mengapa pada akhirnya seperti ini.

Kita mungkin memiliki pandangan yang berbeda tentang masa depan. Perdebatan tentang saling mempertahankan kerap kali disampaikan, karena pada awalnya kita memang ingin bersama, sampai nanti, sampai Tuhan bilang kita memang diciptakan untuk bersama. Namun kita hanya manusia, rencana tidak selalu indah, hati manusia tempatnya berubah-ubah.

Untukmu, hadirmu pernah begitu berarti, mungkin hingga sampai saat ini, sebelum aku menemukan pengganti.

Hadirmu kuanggap sebagai kado terindah dari Tuhan untuk menemani hari-hariku. Bercerita tentang hidup yang kian rumit hingga terkadang membuat semangat ini redup. Namun bersyukur, ada seseorang yang siap mendengarkan segala keluh kesah tanpa lelah.

Tak Ada Penyesalan

Kamu, bertemu denganmu tidak akan pernah menjadi sebuah penyesalan di kemudian hari. Karena bagiku tetap, mereka yang datang silih berganti dalam hidup selalu memberikan hidup ini banyak arti.

Saat semua sudah tidak bisa dipertahankan lagi, bukan aku yang akan menyalahkan keadaan, bukan pula kamu yang akan aku salahkan. Pun bukan diriku yang akan menerima sebuah penyesalan. Cerita kita adalah sebuah pelajaran, yang aku harap kamu dan aku bisa mengambil hikmah dari semuanya.

Terima kasih jika pada akhirnya ingin pergi. Terima kasih pernah berjuang sejauh ini. Kamu tidak akan pernah kubenci. Sampai nanti, sampai akhirnya kamu menemukan pengganti

Aku tetap berterima kasih kamu pernah hadir untuk mengisi hari-hariku.

Terima kasih pernah berjuang. Aku senang walaupun kita tidak menang.

#GrowFearless with FIMELA

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading