Menebus Dosa-Dosa Tahun Lalu

Endah Wijayanti19 Jan 2020, 09:15 WIB
menebus dosa

Fimela.com, Jakarta Tahun baru, diri yang baru. Di antara kita pasti punya pengalaman tak terlupakan soal berusaha menjadi seseorang yang lebih baik. Mulai dari usaha untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan, menjalin hubungan, meraih impian, dan sebagainya. Ada perubahan yang ingin atau mungkin sudah pernah kita lakukan demi menjadi pribadi yang baru. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Change the Old Me: Saatnya Berubah Menjadi Lebih Baik ini.

***

Oleh: Riska Silvia - Jakarta Selatan

Inilah daftar dosa-dosa tahun 2019:

Tidak Konsisten dalam Mengatur Uang

Membuat perencanaan pengeluaran dan mencatat pengeluaran sudah saya lakukan sejak 5 tahun silam. Dengan harapan saya bias mengontrol pengeluaran saya agar tidak besar pasak daripada tiang. Tapi yang terjadi adalah saya sering berkhianat dengan catatan pengeluaran saya sendiri. Saya hanya mencatat pengeluaran selama seminggu, selebihnya, ya tergantung ada uang masih bisa jajan. Kalau nggak ada, ya ngirit atau puasa. Tahun ini saya mengubah rencananya. Biasanya saya hanya mencatat dan mengatur tapi tidak terapkan goal harus nabung berapa.

Ibadah Bolong-Bolong

Saya bukan orang yang religius banget yang rajin pergi kajian. Tapi saya nggak bisa tutup mata kalau saya butuh dekat dengan Tuhan. Ibadah yang bolong-bolong nggak membawa kedekatan dengan Tuhan. Karena tiap ibadah doa yang saya ucapkan nggak jauh selalu minta rezeki besar dan jodoh. Sering lupa bersyukur atas besar kecilnya yang Tuhan kasih. Tahun ini hubunganku dengan Tuhan harus lebih erat.

Berhenti Berolahraga

olahraga jalan kaki
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Saya lima tahun lalu masih kuat lari 10 menit di luar ruangan. Sekarang naik tangga 2 lantai sudah ngos-ngosan luar biasa. Berat badan naik berkali-kali lipat. Aargh mau marah sama diri sendiri rasanya. Saya pecinta makan tapi malas olahraga. Alhasil pinggang sekarang sering sakit dan pegal. Tapi semuanya harus diubah. Saya mulai dari mengganti sepatu flatshoes dengan sneakers. Naik busway lewat tangga biasa ketimbang eskalator. Dan berhenti untuk naik ojek online.

Belum Menrbitkan Novel Sendiri

Saya suka menulis, saya suka membuat cerita dan cerita-cerita saya menumpuk di kotak diari. Menjadi seorang penulis adalah salah satu cita-cita sejak kecil. Tahun ini adalah tahun terbaik untuk mewujudkannya. Tahun ini harus jadi penulis.

Dosa-dosa di atas akan saya tebus tahun ini. Tahun ini saya akan mengatur keuangan dan menabung dengan baik, memperbaiki ibadah pelan-pelan agar hati lebih tenteram, mengatur jadwal olahraga minimal 15 menit sehari, dan mencicil bab demi bab cerita agar bisa jadi novel.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓