4 Alasan Perempuan Boleh Bersedih saat Merasa Kesepian

Endah Wijayanti19 Jan 2020, 13:15 WIB
perempuan kesepian bersedih

Fimela.com, Jakarta Kita semua pernah berada pada saat-saat merasa kesepian. Bisa jadi, semakin bertambah usia, semakin sering kita merasa sepi. Bahkan di tengah keramaian dan banyak orang, rasa kesepian masih bisa menyusup dalam diri.

Kesepian yang kita rasakan bisa disebabkan oleh banyak hal. Mulai dari karena ada masalah dalam hubungan cinta hingga hal-hal yang sangat personal dan tak pernah diketahui oleh orang lain. Di depan orang lain, kita mungkin masih harus tetap menampakkan wajah tersenyum. Namun, bukan berarti kita dilarang bersedih atau menangis saat merasa kesepian dalam hidup. Boleh saja bersedih. Izinkan air mata mengalir.

Kita Tetaplah Manusia Biasa

Tak setiap hari kita bisa selalu tersenyum dan menampakkan wajah bahagia. Ada saat-saat kita merasa butuh menangis dan bersedih secukupnya. Tujuannya tak lain adalah untuk membuat kita lebih mengenal diri lebih dalam. Bagaimana pun kita tetaplah manusia biasa. Punya banyak emosi dan berbagai sisi yang perlu kita "peluk".

Mengurangi Rasa Sakit

Kesepian bisa menghadrikan semacam perasaan sakit di dalam dada. Misalnya saat kita baru patah hati, perasaan kesepian yang muncul bisa membuat kita tersiksa. Menangis bisa bantu mengurangi rasa sakit yang ada. Melansir healthline.com, menangis dalam jangka waktu yang lama dapat bantu melepaskan oksitosin dan endorfin, senyawa yang dapat membantu meredakan sakit fisik dan emosi. Setelah endorfin dilepaskan, tubuh kita akan merasakan semacam fase mati rasa. Oksitosin bisa menghadirkan perasaan tenang. Dengan kata lain, menangis bisa menjadi salah satu cara ampuh untuk menenangkan diri. Saat bersedih, coba izinkan dirimu bersedih agar setelah itu kondisimu bisa lebih stabil dan siap melangkah kembali.

Berdamai dengan Diri Sendiri

self-love
ilustrasi./Photo by Taweepat from Shutterstock

Saat ada keadaan yang terjadi di luar harapan kita, kita cenderung menyalahkan banyak hal termasuk menyalahkan diri sendiri. Contohnya, kita belum bisa menemukan jodoh yang tepat padahal kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Rasanya kita terus menyalahkan diri yang tak cukup cantik, tak cukup pintar, dan segalanya. Ketika muncul perasaan kesepian, bersedih bisa saja dilakukan untuk kembali berdamai dengan diri sendiri. Sebab siapa lagi yang bisa membuat kita mau kembali melangkah, jika bukan diri kita sendiri.

Merencanakan Ulang Prioritas Hidup yang Lebih Baik

Pada satu titik, kita mungkin merasa segalanya telah hancur dan kita terpuruk. Perasaan kesepian yang hadir membuat kita merasa berada di jalan buntu. Rasanya tak ada harapan lagi. Namun, dari sini kita bisa kembali disadarkan bahwa ada prioritas baru dalam hidup yang perlu kita atur. Sehingga kita akan tergerak untuk melakukan hal yang mungkin belum pernah kita lakukan sebelumnya.

Izinkan dirimu bersedih bila memang itu perlu. Lepaskan kesedihan dan emosi negatif dalam dada, supaya kita bisa lebih ringan dalam melangkah ke depannya.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓