Urusan Penampilan adalah Sepenuhnya Pilihan Kita

Endah Wijayanti24 Jan 2020, 10:40 WIB
mengucap maaf

Fimela.com, Jakarta Tahun baru, diri yang baru. Di antara kita pasti punya pengalaman tak terlupakan soal berusaha menjadi seseorang yang lebih baik. Mulai dari usaha untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan, menjalin hubungan, meraih impian, dan sebagainya. Ada perubahan yang ingin atau mungkin sudah pernah kita lakukan demi menjadi pribadi yang baru. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Change the Old Me: Saatnya Berubah Menjadi Lebih Baik ini.

***

Oleh: L - Magelang

Mungkin cerita ini bermula saat aku berumur lima belas tahun. Saat itu aku tengah dilema tentang melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya. Bisa dibilang saat itu menyandang status kelas tiga di SMP favorit di kotaku. Maka dari itu aku bingung akankah aku melanjutkan ke SMA favorit di kota seperti yang disarankan guru dan teman-teman? Atau mengikuti kemauan ayahku untuk masuk pesantren?

Dengan pertimbangan sisi positif dan negatifnya juga dengan pertimbangan jarak dan ekonomi maka aku memutuskan masuk pesantren yang bisa dibilang jarak pesantren dengam rumahku tidak lebih dari 700 meter. Dengan keputusan tersebut maka aku juga setuju dengan berpenampilan muslimah dengan hijab tentu saja. Di pesantren juga diharuskan untuk menghafal Alquran, maka menjaga penampilan adalah faktor utama. Mengubah penampilan tidak semudah yang dibayangkan, bahkan aku saja tidak berasal dari keluarga yang berhijab sejak lama. Agar aku lebih terbiasa berhijab, aku berlatih jauh hari sebelum tanggal masuk pesantren.

Ternyata dengan masuk pesantren yang dekat rumah bukan meminimalisir rindu justru aku sering pulang ke rumah. Bukan masalah aku pulang ke rumah setiap minggunya tapi masalah dengar tetangga yang mengatakanku telah berubah 100%. Bahkan mereka tak segan membicarakanku tentang aliran yang tidak baik. Aku hanya diam tiap kali lewat didepan mereka tapi lama kelamaan siapa juga yang tahan. Pura-pura tuli bukan berarti pura-pura mati rasa, kan?

 

Yang Penting Menjaga Sikap Tetap Baik

kisah my forgiveness matters 11
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Memang bisa dibilang saat itu aku langsung berubah drastis dari aku yang keseringan pakai celana dan kaus pendek berubah penampilan memakai gamis, kerudung lebar, juga kaos kaki. Benar-benar tertutup aku saat itu. Aku merasa tenteram. Serasa hidup bukan tentang dunia saja. Menurutku itu biasa saja dan sebuah terobosan baru tapi tidak dengan pendapat orang lain, kita juga tidak bisa memaksakan pendapat orang lain bukan?

Jika dihitung sejak hari itu mungkin sudah tiga tahun lebih dan bersyukur aku masih bertahan dengan penampilan seperti ini. Bahkan sekarang lambat laun ibuku yang sebelumnya belum berhijab mencoba sesekali mengenakan hijab. Tetanggaku juga sudah diam saja dengan penampilanku syukur jika mereka berniat mengenakan hijab juga. Bukankah sebaik baik manusia adalah yang memberikan contoh yang baik dan bermanfaat bagi orang lain?

 

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓