Demi Mencegah Virus Corona Masuk Indonesia, Ini 4 Upaya yang Dilakukan Bandara Soekarno-Hatta

Karla Farhana24 Jan 2020, 20:37 WIB
Diperbarui 24 Jan 2020, 20:37 WIB
Cegah Penyebaran Virus Corona, Stasiun Kereta di China Disemprot Cairan Disinfektan

Fimela.com, Jakarta Corona, virus jenis baru belakangan ini mewabah di Wuhan, sebuah kota besar di China. Menyebar dengan cepat, virus ini pertama kali ditemukan pada Desember 2019. Bukan hanya penduduk setempat, pelancong yang baru saja mengunjungi kota tersebut telah menginfeksi banyak penduduk di China dan beberapa negara lain, termasuk di Amerika Serikat. 

Liputan6 melaporkan, virus Corona ini telah menelan korban jiwa sebanyak 17 orang. Sementara, jumlah orang yang terinfeksi hingga Kamis pagi waktu China, 23 Januari 2020, mencapai 547 orang dengan jumlah pasien terinfeksi terbanyak berada di kota Wujan sebanyak 444 kasus. 

Penyebaran virus Corona ini sangat cepat. Bukan hanya dari udara, tetapi virus juga dengan  mudahnya berpindah lewat benda-benda dan fasilitas umum. Dilansir dari Liputan6, untuk mencegah masuknya virus mematikan ini, pihak bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, bersiaga. Bersama-sama, pihak bandara dan PT Angkasa Pura II memastikan virus Corona belum masuk ke Indonesia dan mencegahnya dengan cara-cara berikut. 

1. Pencegahan Virus Diinisiasi 3 Pihak

Cegah Penyebaran Virus Corona, Stasiun Kereta di China Disemprot Cairan Disinfektan
Petugas memeriksa suhu tubuh seorang penumpang di Stasiun Kereta Api Yingtan di Nanchang di Provinsi Jiangxi Tengah, China (22/1/2020). Sebanyak 17 orang meninggal akibat terinfeksi virus corona. (AFP Photo/STR)

Menurut Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Awaluddin, ada tiga pihak yang telah menginisiasi upaya pencegahan datangnya virus corona ke Indonesia. Ketiganya merupakan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), operator bandara, dan rekomendasi pihak regulator.

"Yang SOP standar itu dilakukan di teman-teman Kantor Kesehatan pelabuhan. Jadi KKP itu sudah sangat proaktif. Di semua operasi kebandarudaraan proses-proses ini sudah berjalan sangat baik menurut saya, dan langsung di-handle oleh teman-teman kantor kesehatan pelabuhan," ujar Awaluddin.

2. Pemantauan Ketat

Petugas di RSHS Bandung
Petugas ruangan isolasi penyakit infeksi menular khusus Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, tengah memeriksa kelengkapan alat medis untuk merawat pasien terduga novan corona virus 2019 Wuhan Cina, Jumat, 24 Januari 2020.

Pemantauan dilakukan dengan ketat, terutama pada penumpang yang datang dari luar negeri. Sementara itu, operator bandara juga akan terus berhubungan dan mengikuti arahan regulator untuk mengantisipasi datangnya virus Corona dari China. 

"Bu Dirjen (Perhubungan Udara, Polana B Pramesti) tuh selalu update ke kita. Jadi tiap ada perkembangan kayak bandara Wuhan kan ditutup tuh kemarin, jadi banyak penumpang tertahan karena penerbangan juga ditutup," ucap Awaluddin.

3. Kamera Pemantau Suhu

 

Senior Manager of Branch Communication and Legal PT Angkasa Pura II KCU Bandara Soekarno-Hatta, Febri Toga Simatupang mengatakan ada 4 kamera di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta untuk memantau suhu tubuh para penumpang yang datang dari luar negeri. Kamera pemantau tersebut disebut Thermal Scanner Camera. 

4. Masker dan Sarung Tangan

Selain itu, para petugas juga menggunakan masker, sarung tangan, dan wajib mencuci tangan menggunakan sabun setiap beberapa menit yang sudah ditetapkan. 

"Dalam antisipasi di petugas-petugas front line seperti di imigrasi, bea cukai, dan karantina wajib untuk pakai masker,atau sarung tangan, karena KKP sudah imbau," kata Febri.

Simak Video Berikut

Lanjutkan Membaca ↓