Hari Ini Kita Bisa Jatuh, tapi Bukan Berarti Selamanya Bersedih

Endah Wijayanti28 Jan 2020, 10:45 WIB
perempuan berani

Fimela.com, Jakarta Tahun baru, diri yang baru. Di antara kita pasti punya pengalaman tak terlupakan soal berusaha menjadi seseorang yang lebih baik. Mulai dari usaha untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan, menjalin hubungan, meraih impian, dan sebagainya. Ada perubahan yang ingin atau mungkin sudah pernah kita lakukan demi menjadi pribadi yang baru. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Change the Old Me: Saatnya Berubah Menjadi Lebih Baik ini.

***

Oleh: Lestari Manullang - Palembang

Perjalanan tahun 2019 bagi saya adalah momen yang membanggakan sekaligus kesempatan untuk introspeksi diri. Saya membuat target dalam hidup yang harus dicapai dan ini menjadi guideline sekaligus parameter dalam menilai sejauh mana progress atas pencapaian yang sudah saya raih dalam satu tahun yang saya jalani. Saya dapat menilai poin mana yang bisa ditingkatkan dan poin mana yang harus dihilangkan karena missmatch dengan rencana atau resolusi yang saya buat. Sambil tetap berdoa dan menyerahkan semua hasilnya pada Tuhan Sang Pemilik Kehidupan yang mengatur dan memegang kendali hidup kita.

Tahun 2018 saya meraih kenaikan level di bidang pekerjaan saya. Berada di posisi top management yang merupakan mimpi saya yang sudah saya bangun dan hidupi sejak tahun 2014. Saya terus berjuang membangun konsistensi dan self growing secara personal untuk mendukung posisi tersebut. Semua yang saya peroleh bukan semata karena perjuangan dan usaha serta konsistensi semata tapi berkat dukungan dan doa semua orang yang berada di sekeliling saya. Tapi semua tidak bertahan lama. Di akhir Desember 2019 saya justru berada di posisi 180ᵒ berbalik karena ini menjadi akhir dari posisi level up di mana kontrak kerja saya tidak diperpanjang karena ada perubahan management.

Sempat Merasa Jatuh

tanaman
ilustrasi./Photo by Noelle Otto from Pexels

Sempat merasa jatuh dan down serta menganggap kegagalan ini adalah pukulan telak yang menyakitkan. I lose my dream. Bahkan di awal Januari 2020, ayah saya dipanggil Tuhan karena terkena infeksi paru. It so hurt. Langit terasa begitu gelap dan sulit untuk saya menata hidup kembali. Hingga dua minggu kemudian saya menatap langit yang terbentang luas dan menatap kebesaran Tuhan atas alam sesmesta ini. Tidak ada sesuatu terjadi tanpa ada kebaikan yang Tuhan rancangkan. Kalimat I give up berubah menjadi I get up.

Saya menata hidup saya kembali membuka buku-buku dan membaca tulisan-tulisan yang memiliki kontribusi positif untuk menambah nilai diri saya. Saya harus bisa bermanfaat bagi orang lain. Saya mulai membagikan tulisan yang menguatkan dan menghibur orang-orang yang mengalami kondisi seperti saya. Life is yours.

Dunia begitu luas. Banyak kesempatan dan kemenangan yang lebih baik menanti di luar sana. Terus meng-upgrade diri dan terus berusaha. Be humble dan terus belajar. Terus berbagi nilai-nilai kehidupan yang dapat membangun dan menyemangati orang lain. Because I’m so worth it as like my life so worth it. Hari ini kita bisa jatuh tapi itu bukan berarti kita gagal karena itu hanya kesempatan untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan berkualitas. Keep shining. GBU.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓