Tiap Perempuan Punya Masanya Masing-Masing, Sudahi Sedihmu

Endah Wijayanti05 Feb 2020, 16:15 WIB
menjadi penyintas

Fimela.com, Jakarta Ada yang sudah menikah pada usia 20an. Ada yang bahkan baru memiliki anak pertama di atas usia 30an. Ada yang sudah memiliki pekerjaan cemerlang sejak lulus kuliah. Ada juga masih jatuh bangun membangun usaha dan bisnis sendiri hingga usia akhir 30an.

Ada yang sudah keliling ke berbagai belahan dunia. Ada juga yang masih berkutat pada satu hal selama bertahun-tahun. Yang punya rumah di usia 20an juga ada. Yang baru akan mencicil rumah di usia 30an juga masih ada. Yang baru menikah, ada. Yang baru menjalin hubungan, ada. Yang baru bercerai pun, ada.

Tiap perempuan punya masanya masing-masing. Mungkin di sini dunia tampak tidak adil. Kenapa dia bisa dapat itu di usia ini sedangkan aku masih belum dapat apa-apa di usia sekarang? Kenapa ada yang bisa meraih itu secepat itu, tapi kenapa aku bisa begitu lambat mendapatkannya?

Every person has their own timeline of success. Others succeed sooner others later. As in everything, both timelines have both advantages and disadvantages. ― Maria Karvouni

zodiak
ilustrasi./Photo by Renato Abati from Pexels

Ya, kita memang manusia biasa. Ada takdir yang tak dapat kita hindari. Ada hal-hal yang terjadi di luar kuasa kita. Bahkan ada banyak hal yang belum bisa kita temukan jawabannya sekarang. Banyak hal yang tetap menjadi misteri dalam hidup kita.

Kesuksesan orang lain tak bisa jadi satu-satunya tolok ukur kebahagiaan kita. Kita juga tak pernah tahu perjuangan seberat apa yang sudah ia lalui untuk bisa berada di puncak tersebut. Mungkin saat ini memang masanya ia untuk sukses. Sementara masamu untuk sukses tinggal menunggu untuk kamu jemput.

At times you can lose yourself in your journey to find out who you are, and that's ok because a journey is not a set road. It was built to be unpredictable. The person you were will not always be who you end up as. Nevertheless, it does not mean that who you were at the beginning, or all of who you were in the middle, or who you are at the end is any less valuable than each other. ― Isabella Poretsis

tanaman
ilustrasi./Photo by Noelle Otto from Pexels

Setiap perjalanan hidup seseorang tak bisa ditebak. Tak pernah bisa kita tahu kerikil-kerikil tajam apa saja yang perlu kita hindari. Tak pernah kita bisa benar-benar memastikan bahwa setiap halangan dan rintangan yang ada akan bisa kita atasi dengan cepat. Tak apa. Hidup pada dasarnya dipenuhi oleh berbagai ujian dan cobaan.

Tak perlu bersedih terlalu lama atas hal-hal yang luput dari hidupmu. Kita memiliki masa kita masing-masing. Kita memiliki jalan hidup kita sendiri. Jalan kita memang akan berbeda dengan orang lain, itu fakta. Yang terpenting saat ini adalah lebih fokus jalani hidup yang ada saat ini dengan sebaik-baiknya.

Pernikahan, pekerjaan, kesuksesan, kegagalan, dan semua hal yang terjadi di hidup kita sudah ada garisnya masing-masing. Memang ada hal-hal yang membuat kita kecewa atau menyesal. Namun, bukan berarti tak ada harapan baru dalam hidupmu yang berharga ini. Hidup cuma sekali, saatnya kembali tersenyum untuk menjemput keajaiban-keajaiban yang baru.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓