Jika Ingin Kualitas Kerja yang Baik, Jangan Memberi Beban Kerja Terlalu Tinggi

Endah Wijayanti06 Feb 2020, 15:15 WIB
Diperbarui 06 Feb 2020, 15:15 WIB
jenuh kerja

Fimela.com, Jakarta Setiap pekerjaan pasti selalu memberi tekanan tersendiri. Stres dan berbagai tuntutan tak bisa dihindari dan tak terelakkan. Namun, kita juga tetap perlu berupaya membangun dan menciptakan keseimbangan antara kerja dan kehidupan.

Pada kenyataannya, masih banyak perusahaan atau atasan yang memberi kita beban kerja yang terlalu tinggi. Kita dituntut memenuhi kuantitas yang tinggi dengan kualitas yang sama tingginya. Padahal ketika kualitas terlalu tinggi, kualitas jelas akan menurun. Saat para karyawan dituntut untuk bekerja lebih banyak, tak ada jaminan bahwa perusahaan akan mendapatkan hasil yang lebih baik.

Jajak Pendapat

Ada jajak pendapat menarik terkait hal tersebut. Melansir buku Mendaki Tangga yang Salah, sebuah jajak pendapat dilakukan Gallup pada tahun 2014. Sebanyak 39% orang Amerika bekerja 50 jam atau seminggu lebih banyak, dan 18% bekerja lebih dari 60 jam. Apa manfaat dari semua tambahan jam kerja tambahan tersebut? Penelitian dari Stanford mengatakan nyaris tidak ada.

Produktivitas menurun tajam setelah 55 jam sehingga "seseorang yang menghabiskan 70 jam bekerja tidaklah menghasilkan lebih banyak dengan 15 jam tambahan itu". Yang mereka ciptakan hanyalah stres. Jam kerja yang terlalu tinggi tidak berbanding lurus dengan produktivitas yang lebih tinggi. Justru bila beban kerja dan jam kerja terlalu banyak, yang terjadi adalah stres yang makin menumpuk dan kualitas yang jelas menurun.

Bekerja dengan Cukup

body shaming
ilustrasi perempuan bekerja/copyright By Asier Romero from Shutterstock

Sebagai perempuan yang bekerja, berbagai tantangan baru akan selalu muncul di depan kita. Ketika beban kerja dirasa terlalu tinggi dan kita kesulitan untuk terus lembur, ada baiknya untuk mengambil jeda dan istirahat lebih dahulu. Kebahagiaan dan ketenanganmu tetaplah penting.

Kualitas kerja akan menurun bila kuantitas kerja terlalu tinggi. Itu kenyataan yang ada. Semoga hal ini bisa tersampaikan ke para atasan atau bos yang selama ini masih belum bisa memberi keadilan atau belum benar-benar paham pentingnya memberi beban kerja yang "manusiawi".

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓