5 Cara Menerapkan Kebersihan Area Kewanitaan, dan Menjaga Lingkungan dari Sampah Pembalut

Anisha Saktian Putri07 Feb 2020, 13:30 WIB
Ilustrasi kebersihan area kewanitaan/Unsplash The Female

Fimela.com, Jakarta Setiap tahun terdapat 45 milyar pembalut dan tampon yang digunakan oleh perempuan dunia yang menghasilkan 3,2 juta sampah. Lebih dari 50 persen populasi dunia mengalami menstruasi, namun pembicaraan mengenai pentingnya kebersihan dan kesehatan reproduksi perempuan serta dampak lingkungan dari penggunaan produk kewanitaan pada saat menstruasi belum terlalu banyak dibicarakan.

Saat ini, berbagai negara sudah mulai mengkampanyekan‘Sustainable Feminine Hygiene’ yaitu ajakan untuk lebih bijak menggunakan produk kewanitaan dari bahan atau materi yang ramah lingkungan serta memiliki dampak kimia bagi lingkungan serta tubuh yang lebih rendah, concern ini juga datang dari para penggiat zero-waste lifestyle.

“Saat ini tren penggunaan produk kewanitaan yang sustainable juga sudah mulai berkembang di Indonesia misalnya dengan adanya kesadaran untuk menggunakan menstrual cup serta reusable sanitary pads. Namun,yang perlu ditingkatkan lagi adalah penerapan perilaku menjaga dan merawat kebersihan organ kewanitaan dengan baik," ujar dr. Dinda Derdameisya Sp.OG dalam siaran pers Andalan Feminine Care.

Mengetahui hal tersebut, tidak ada salahnya sebagai perempuan Indonesia kita mulai menerapkan Sustainable Feminine Hygiene sebagai salah satu resolusi kesehatan yang wajib dilakukan.

 

1. Bijak memilih produk feminine hygiene yang aman bagi kulit serta lingkungan

menstruasi perempuan
ilustrasi menstruasi/ photo by Krakenimages.com (Shutterstock)

Tren minim sampah atau zero-waste pada masa menstruasi berkembang dengan meningkatnya penggunaan menstrual cup yang memang diketahui lebih memiliki dampak baik bagi lingkungan. Menstrual cup cocok digunakan bagi perempuan yang sudah aktif berhubungan seksual. Namun, pada saat penggunaan perlu diperhatikan juga cara membersihkan serta mensterilisasi menstrual cup kamu dengan benar. Sebelum pemakaian, cuci bersih menstrual cup dengan cairan antiseptik atau sabun khusus kewanitaan hingga bersih. Penggunaan menstrual cup yang tidak disertai dengan merawat kebersihan organ reproduksi justru akan semakin memperparah iritasi pada kulit vagina. Sanitasi yang bersih juga berperan sangat penting untuk mensterilkan menstrual cup, khususnya bila sedang bepergian atau berkerja di kantor. Sama halnya dengan penggunaan pembalut, untuk menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan dengan menstrual cup, pastikan kamu rutin mencuci atau mengganti menstrual cup maksimal setiap 10- 12 jam sekali.

Selain menstrual cup, reusable sanitary pads atau biasa disebut pembalut kain juga menjadi salah satu yang sering digunakan oleh perempuan Indonesia. Namun, lagi-lagi sebelum

memakainya pastikan kondisi pembalut kain tersebut benar-benar bersih dan kering. Cuci serta kucek dengan menggunakan deterjen yang memiliki bahan lembut serta aman bagi kulit, setelah itu keringkan di bawah sinar matahari.“Pilih produk feminine hygiene yang memiliki kandungan bebas chlorine, parfum, serta cairan kimia yang berlebih, karena akan membahayakan kesehatan area vagina” ujar dr. Dinda.

2. Bersihkan vulva dan lipatan labia dengan menggunakan sabun pembersih kewanitaan yang aman dan mengandung bahan alami

Pada saat mandi maupun setelah selesai buang air, usahakan untuk selalu membersihkan bagian luar organ kewanitaan yaitu vulva, klitoris, dan juga lipatan labia. Gunakan sabun pembersih kewanitaan khusus yang memiliki kandungan alami, lembut dan mengandung prebiotic dan bahan alami (natural ingredients) seperti Andalan Feminine Care Intimate Wash,sehingga aman digunakan di setiap momen aktivitas sehari-hari, serta dapat membantu menjaga keseimbangan pH alami vagina.

3. Rajin ganti celana dalam dan selalu jaga kelembaban vagina

Pada saat musim hujan seperti sekarang ini, jamur lebih mudah berkembang apabila kamu jarang mengganti celana dalam maupun sering menggunakan celana dalam yang tidak benar-benar kering. Mulai sekarang, coba untuk mengganti celana dalam minimal dua kali sehari, ataulebih bagus lagi setiap selesai buang air. Pastikan untuk menggunakan celana dalam yang memiliki bahan mudah menyerap keringat. Serta selalu gunakan handuk kering yang lembut sebelum memakai celana dalam, dan jemur celana dalam dan handuk di bawah terik matahari sehingga benar-benar kering. Selain menghemat listrik dan atau karbon, dibandingkan penggunaan dryer, mengeringkan dengan sinar matahari adalah cara yang paling efektif untuk membunuh bakteri-bakteri pada pakaian.

 

 

4. Bersihkan ekstra pada saat menstruasi

menstruasi perempuan
ilustrasi pembalut menstruasi/copyright By La corneja artesana (Shutterstock)

Saat menstruasi, seringkali perempuan malas untuk membersihkan area kewanitaan karena kondisi darah menstruasi yang membuat tidak nyaman. Padahal, saat menstruasi justru area kewanitaan perlu dijaga kebersihannya semakin ekstra, karena area vagina akan lebih rentan terhadap infeksi bakteri dan jamur. Jangan lupa untuk selalu menggunakan sabun kewanitaanyang memiliki kandungan alami untuk selalu menjaga kebersihan area kewanitaan.

5. Rajin minum air mineral dan konsumsi sayur serta buah yang mengandung serat tinggi

Selain itu, asupan makanan sehat dan bernutrisi penting untuk menjaga kesehatan reproduksimu. Sustainable trend, hidup minim sampah, tidak lengkap bila tidak dijalankan dengan healthy lifestyle, baik untuk apapun yang kita konsumsi dan gunakan. Beberapa makanan seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, susu, telur, daging serta ikan adalah contoh makanan yang baik bagi kesehatan reproduksi perempuan. Selain itu, cukupi kebutuhan cairan tubuhmu dengan konsumsi minimal 8 gelas air mineral per hari. Bagi kamu yang hobi minum kopi, batasi konsumsi kopi kamu tidak lebih dari 2 cangkir per hari.

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓