Waspada Praktik Ilegal, Ini Tahapan Ketika Berkonsultasi dengan Psikolog

Vinsensia Dianawanti16 Feb 2020, 13:00 WIB
Ilustrasi konsultasi

Fimela.com, Jakarta Selain dokter, profesi psikolog menjadi salah satu pekerjaan yang mulia. Berkat latar belakang pendidikan yang dimiliki, psikolog dapat membantu seseorang yang keluar dari masalah kesehatan mentalnya dengan bantuan terapi tanpa memberikan obat.

Belakangan beredar cerita di media sosial, seorang psikolog yang menyalahgunakan profesinya untuk dugaan pelecehan seksual. Cerita ini pertama kali diangkat oleh RV di akun media sosialnya.

Dari cerita tersebut terungkap bahwa psikolog DS telah memakan banyak korban akibat dugaan tindakan pelecehan seksual yang ia lakukan selama proses konsultasi. Dihubungi Fimela melalui sambungan telepon, seorang psikolog bernama Intan Erlita mengungkapkan bahwa ada beberapa tahapan yang semestinya dilakukan ketika psikolog melakukan praktik.

"Kalau kita psikolog mau praktik kita sudah ada prosedurnya. Bagaimana suasana ruangan dibentuk, bagaimana posisi duduk psikolog dengan klien. Bahkan kita tidak boleh bersentuhan. Malah disarankan ada meja kecil. Itu sebagai penanda jarak psikolog tidak boleh get into pasien, begitu pula sebaliknya," ungkap Intan Erlita.

Jika dibutuhkan sentuhan sebagai bentuk empati, psikolog akan melakukannya dengan sangat hati-hati. Terutama lawan jenis. Seperti, hanya mengelus bahu sebentar, kemudian diberikan tisu. Dengan demikian, profesionalitas seorang psikolog tetap terjaga.

 

Tahapan konsultasi dengan psikolog yang tepat

Ilustrasi konsultasi
Ilustrasi konsultasi (Foto: Unsplash.com/Amy Hirschi)

Sebagai tahapan pertama, pasien harus mendaftar ke klinik yang dituju. Kemudian dilakukan sesi pertama sebagia bagian dari konsultasi untuk menentukan diagnosa masalah mental yang dihadapi pasien.

"Psikolog tidak bisa menghakimi tanpa melakukan serangkaian tes. Memberikan konsultasi saat praktik, tapi kita tidak memberikan obat," tambah Intan.

Setelah mengetahui diagnosa masalah mental yang dihadapi pasiennya, psikolog akan menyusun serangkaian terapi yang akan dijalani oleh pasien. Secara spesifik, ditentukan terapi yang dilakukan apa saja dan berapa kali sesi berlangsung. Baru kemudian sesi bisa dilakukan.

Tidak selalu psikolog melakukan terapi sendiri. Ia bisa dibantu oleh terapi bidang lain yang memiliki korelasi dengan masalah mental yang dimiliki si pasien.

Simak video berikut ini

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓