Ada Cahaya yang Redup saat Kita Kehilangan Seseorang untuk Selamanya

Endah Wijayanti19 Feb 2020, 13:15 WIB
tidak berjodoh

Fimela.com, Jakarta Kehilangan seseorang untuk selamanya tidak pernah mudah. Rasa sedih, duka, dan hampa bercampur aduk jadi satu. Apalagi jika seseorang itu adalah sosok yang kita cintai dengan sepenuh hati, maka kehilangannya akan membuat sebuah cahaya lenyap dari hidup kita ini.

Ketika kita kehilangan seseorang, dunia bisa mendadak terasa hampa. Segalanya terasa begitu sunyi. Orang-orang terdekat mungkin akan datang untuk menghibur dan menguatkan. Namun, perasaan duka yang dirasa seakan tak akan pernah bisa benar-benar dipahami oleh orang lain. Melansir helpguide.org dalam artikel Coping with Grief and Loss, berduka adalah pengalaman yang bersifat personal, tak ada cara "benar" atau "salah" dalam berduka. Perasaan duka yang hadir bisa begitu dalam dan proses untuk bisa memulihkan diri jelas butuh waktu.

Berusaha Kuat demi Orang-Orang Tercinta Lainnya

Bagi kita yang baru saja kehilangan seseorang yang kita cintai untuk selamanya, kadang ada masa-masanya kita masih harus berusaha untuk tampak kuat dan tegar. Bukan untuk diri kita, melainkan untuk orang-orang tercinta kita yang lainnya. Mungkin demi anak-anak kita, orangtua, dan orang-orang yang juga kita sayangi. Berusaha membuat diri lebih tegar demi memastikan hidup ini masih sangat perlu diperjuangkan kembali.

Healing happens gradually; it can’t be forced or hurried—and there is no “normal” timetable for grieving. Some people start to feel better in weeks or months. For others, the grieving process is measured in years. Whatever your grief experience, it’s important to be patient with yourself and allow the process to naturally unfold. (helpguide.org)

kepribadian
ilustrasi./copyright Shutterstock

Segalanya Takkan Sama Lagi, tapi Hidup Terus Bergulir

Ya, segalanya mungkin takkan terasa sama lagi. Banyak hal yang akan terasa berbeda saat kita kehilangan seseorang yang kita cintai untuk selamanya. Begitu kita kembali berada di dalam ruang kesendirian kita, kita akan merasa makin jauh tenggelam dalam kegelapan seorang diri. Merasa sangat kesepian dengan air mata yang terus menetes tanpa kita sadari.

Meski mungkin kita akan menganggap dunia tak adil pada kita, kenyataannya waktu akan terus berjalan. Hidup akan terus bergulir. Suka tidak suka, kita akan akan terus ditarik waktu untuk terus melangkah ke depan. Tak apa jika masih bersedih. Tak apa jika masih merasakan kehampaan. Izinkan diri untuk pelan-pelan melewati setiap fase yang ada.

Meredakan kesedihan dan duka tak semudah membalikkan telapak tangan. Ada masa-masa sulit yang perlu diatasi. Berbagai kesedihan dan kepiluan mungkin akan masih menghampiri. Semoga kita bisa menemukan cahaya-cahaya baru dalam hidup kita untuk membuat hidup ini lebih bermakna.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓