Alasan Mengapa Serangan Jantung pada Perempuan Sering Disepelekan

Annissa Wulan22 Feb 2020, 13:00 WIB
kesehatan

Fimela.com, Jakarta Serangan jantung sedang menjadi perbincangan hangat saat ini. Gejala paling umum dari serangan antung adalah nyeri atau ketidaknyamanan pada daerah dada.

Yang menarik untuk disimak adalah ternyata kaum pria berisiko lebih besar terkena serangan jantung, daripada perempuan. Walaupun dapat terjadi dengan cara yang sama, serangan jantung yang dialami pria dan perempuan terkadang juga bisa berbeda.

Serangan jantung atau dalam bahasa kedokteran disebut sebagai infark miokard biasanya terjadi ketika gumpalan darah di salah satu arteri koroner terputus atau secara serius membatasi aliran darah dan oksigen ke jantung, seperti dilansir dari self.com, Sabtu (22/2/2020). Ini bisa terjadi ketika plak lemak menumpuk di dalam arteri, mempersempit jalan masuk ke jantung, dan akhirnya menyebabkan serangan jantung.

 

 

Penyebab terjadinya serangan jantung

jantung
ilustrasi serangan jantung/copyright Unsplash

Jika plak di arteri pecah, gumpalan darah terbentuk, membatasi atau menghentikan aliran darah ke jantung, sel-sel jantung akan kekurangan oksigen, lalu mati, mengarah pada serangan jantung. Biasanya baik pria maupun perempuan akan merasakan ketidaknyamanan di bagian tengah atau kiri dada, berkisar dari ringan hingga intens, bertahan beberapa menit, datang dan pergi.

Kaum perempuan seringkali memiliki tanda-tanda serangan jantung yang berbeda, seperti mulas, gangguan pencernaan, mual, muntah, sesak napas, kelelahan ekstrem, dan rasa sakit di bagian punggung, lengan, leher, tenggorokan, atau rahang. Sakit kepala ringan dan keringat dingin juga bisa menjadi gejala serangan jantung yang potensial.

Perbedaan serangan jantung pada pria dan perempuan

Ilustrasi serangan jantung
Ilustrasi serangan jantung. Sumber foto: unsplash.com/Kelly Sikkema.

Penyebab yang mendasari adanya perbedaan gejala serangan jantung antara pria dan perempuan cenderung mengarah pada karakteristik plak, area arteri terbentuk, dan mekanisme patofisiologis. Sayangnya, karena hal ini jugalah banyak perempuan jarang menyadari bahwa serangan jantung merupakan penyebab kematian nomor satu pada perempuan secara keseluruhan.

Masih banyak perempuan menghubungkan gejala serangan jantung yang mereka rasakan dengan stres atau kecemasan. Jika kamu mengalami beberapa gejala yang dirasa serangan jantung, segeralah mencari perawatan.

#ChangeMakera

Lanjutkan Membaca ↓