5 Cara Jitu untuk Mencegah Penyakit Kritis

Anisha Saktian Putri25 Feb 2020, 07:30 WIB
Kesehatan/dok.FWD Asuransi

Fimela.com, Jakarta Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2018, prevalensi penyakit tidak menular termasuk stroke, kanker, diabetes mellitus, hipertensi, dan penyakit ginjal kronis telah meningkat dibandingkan dengan data pada 2013.

Temuan lain menyebutkan bahwa penyakit tidak menular ini, yang diklasifikasikan sebagai penyakit kritis, tetap menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penyakit kritis adalah penyakit kronis yang menyerang berbagai organ tubuh manusia dan sering kali berakibat kematian.

Penyakit kritis pada dasarnya tidak memandang usia, baik tua maupun muda, pasti memiliki risiko terkena penyakit kritis. Tapi Kamu tidak perlu khawatir, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengetahuitentang penyakit kritis.

1. Cek Garis Keturunan

Apakah sahabat Fimela memiliki keluarga dekat yang terkena penyakit kritis, misalnya saja ayah atau ibu, kakek, nenek, tante, dan om? Jika iya, lakukan pemeriksaan genetik, karena risiko terkena penyakit kritis akan lebih besar. Penyakit keturunan berasal dari mutasi atau perubahan sifat genetik yang diwariskan dari salah satu atau kedua orangtua kepada anak, penyakit keturunan sulit atau bahkan tidak dapat dicegah.

Dengan melakukan pemeriksaan genetik, akan mengetahui seberapa besar risiko terkena penyakit kritis tersebut. Sehingga, dapat mempersiapkan diri dengan melakukan tindakan-tindakan pencegahan.

2. Lakukan Medical Check-up Rutin

Kesehatan/dok.FWD Asuransi
Kesehatan/dok.FWD Asuransi

Melakukan cek kesehatan rutin, paling tidak setahun sekali, sangat disarankan bagi siapa saja. Tidak hanya bagi yang memiliki risiko penyakit kritis tapi juga bagi yang merasa sehat. Berdasarkan riset dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, hanya 3 dari 10 orang yang dapat mendeteksi gejala awal penyakit kritis, sementara sisanya tidak melihat gejala apa pun kecuali ada komplikasi.

3. Baca Referensi Mengenai Penyakit Kritis

Jika memiliki risiko tinggi terkena penyakit kritis setelah melakukan pengecekan, segera mulai banyak membaca dan mencari referensi mengenai penyakit tersebut. Dengan banyak membaca hingga mencari tahu gejala penyakit kritis, kalian akan lebih siap dan mengerti tentang apa yang harus dilakukan.

Dengan akses internet yang cepat dan mudah, sekarang lebih mudah mencari berbagai informasi tentang penyakit kritis. Tapi, Kamu tetap harus hati-hati dan hanya mencari informasi di situs yang terpercaya ya!

4. Kenali Gejala Penyakit Kritis

Memiliki kewaspadaan dan tidak meremehkan gejala penyakit kritis sangatlah baik. Tapi, ketakutan atau kekhawatiran yang berlebihan juga tidak baik karena dapat mengakibatkan stres. Jika sedang merasa sehat, namun merasakan gejala-gejala penyakit kritis, lebih baik segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Pahami gejala penyakit kritis yang dirasakan, misalnya sakit di bagian dada kiri, batuk lebih dari dua minggu, dan sebagainya.

5. Miliki Asuransi Penyakit Kritis

Mempersiapkan perlindungan diri sangat diperlukan untuk menghindari risiko finansial yang ada jika sudah terkena penyakit kritis. Oleh karena itu, alangkah lebih baik Kamu sudah siap dengan asuransi penyakit kritis. Salah satu produk asuransi yang menanggung penyakit kritis adalah FWD Critical Armor, produk asuransi penyakit kritis komprehensif yang dirancang untuk membantu nasabah fokus pada penyembuhan penyakit kritis dan mengurangi kekhawatiran terhadap kerentanan keuangan.

Lanjutkan Membaca ↓